USU Bersama Lembaga Internasional Bahas Konservasi di Sumatera

USU Bersama Lembaga Internasional Bahas Konservasi di Sumatera
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Selasa, 12 Mei 2026

Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar workshop kolaborasi internasional yang berlangsung di DLCB Lantai 5 pada Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari dalam dan luar negeri serta akan dilaksanakan selama tiga hari.
Workshop ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, serta organisasi konservasi dalam merumuskan langkah strategis terkait isu lingkungan, khususnya konservasi di Sumatera.
Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
“Workshop ini sangat penting, tidak hanya untuk peningkatan pengetahuan sains, tetapi juga untuk masa depan konservasi biodiversitas di Sumatera.”
Ia juga berharap kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata di masa mendatang. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menghasilkan rencana strategis yang berkelanjutan.”
Ketua panitia, Onrizal, S.Hut., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa workshop ini tidak hanya bersifat diskusi, tetapi berfokus pada penyusunan rencana aksi yang konkret.
“Kegiatan ini bukan seminar, tetapi workshop untuk merencanakan aksi bersama dalam konservasi.”

Lebih lanjut, Onrizal, S.Hut., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah menyusun rencana konservasi secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Tujuan utama workshop ini adalah menyusun rencana konservasi secara bersama, melibatkan akademisi, pemerintah, NGO, dan masyarakat.”
Onrizal, S.Hut., M.Si., Ph.D., juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. “Kami ingin ini bukan sekadar diskusi, tetapi menjadi aksi nyata yang bisa diterapkan di lapangan.”
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan berdiskusi, bertukar data, serta merumuskan strategi konservasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.