KGSI di USU Bertemunya Gagasan dan Kreativitas

KGSI di USU Bertemunya Gagasan dan Kreativitas
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 13 Mei 2026

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menyampaikan apresiasi kepada Narasi dan Kedutaan Besar Australia atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, KGSI bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan kepedulian sosial.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Narasi dan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia menyelenggarakan Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 pada Rabu (13/05/2026) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU, Medan. Mengusung tema “Memberdayakan Pendidikan di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan ide kreatif dan solusi inovatif dalam dunia pendidikan.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menyampaikan apresiasi kepada Narasi dan Kedutaan Besar Australia atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, KGSI bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan kepedulian sosial.
“KGSI bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, kreativitas, dan harapan anak muda Indonesia untuk masa depan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai tantangan dalam dunia pendidikan, seperti kesenjangan akses dan rendahnya literasi digital. Karena itu, mahasiswa didorong untuk berani menghadirkan gagasan inovatif yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Mahasiswa bukan hanya penerima ilmu pengetahuan, tetapi juga pencipta solusi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Roderick Brazier, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat hubungan Australia dan Indonesia di masa depan. Ia juga memperkenalkan berbagai program pendidikan dan beasiswa Australia, seperti Australia Awards dan KONEKSI, yang mendukung kolaborasi riset antara universitas di kedua negara.
“Jangan pernah menyerah, karena kesempatan bisa datang kapan saja,” ujarnya memberikan motivasi kepada para peserta.
Pendiri Narasi, Najwa Shihab, turut mengajak mahasiswa untuk tidak mengabaikan keresahan sosial di sekitar mereka. Menurutnya, perubahan besar sering lahir dari langkah kecil dan keberanian anak muda untuk bertindak.
“Perubahan besar sering kali muncul dari keresahan kecil yang tidak diabaikan dan diwujudkan menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Dari delapan peserta terbaik (Top 8) yang berhasil lolos pada ajang tersebut, Universitas Sumatera Utara (USU) mendominasi dengan menempatkan empat perwakilan. Sementara itu, masing-masing satu perwakilan berasal dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Universitas Medan Area, serta Universitas Katolik Santo Thomas.
Melalui KGSI 2026, USU berharap lahir berbagai gagasan sosial inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.