Upacara Hardiknas di USU: Pendidikan Kunci Hadapi Tantangan Global

Upacara Hardiknas di USU: Pendidikan Kunci Hadapi Tantangan Global
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Sabtu, 02 Mei 2026

Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Halaman Gedung Biro Pusat Administrasi USU, pada Sabtu (02/05/2026).
Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin S.Sos., M.Si. menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam rangka peringatan Hardiknas 2026.
Dalam pidatonya, ditekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa serta menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga perubahan sosial.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Tema ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban kebangsaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara inklusif dan adil.
Momen Hardiknas kali ini juga menjadi bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi para abdi negara di lingkungan USU. Dalam rangkaian upacara tersebut, sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Universitas Sumatera Utara menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas darmabakti dan kesetiaan mereka yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Dalam amanat Menteri yang dibacakan Rektor, ditegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi saat ini berlandaskan visi “Diktisaintek Berdampak”. Visi ini diwujudkan melalui tiga kekuatan utama: perluasan akses pendidikan yang inklusif, penguatan kolaborasi pentahelix untuk solusi nyata, serta pengembangan riset yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan bangsa. Transformasi ini juga mencakup ambisi besar melahirkan ilmuwan kelas dunia melalui program "Indonesia Road to Nobel Laureate 2045".

Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Prof. Dr. Tamrin, M.Sc., dalam wawancaranya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang telah diambil universitas. Ia menekankan pentingnya penguatan sarana prasarana guna menunjang visi internasionalisasi USU ke depan.
Di akhir upacara, ditekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak diukur dari tebalnya laporan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh rakyat. Seluruh elemen kampus, mulai dari pendidik hingga mahasiswa, diajak untuk terus berkolaborasi menjadi arsitek masa depan Indonesia Emas 2045.