AIESEC USU Gelar Kawula 17, Dorong Kesadaran SDGs di Kalangan Pelajar

AIESEC USU Gelar Kawula 17, Dorong Kesadaran SDGs di Kalangan Pelajar
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Kamis, 30 April 2026

Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Kawula 17 bersama siswa-siswi SMA di Aula Mikie Wijaya FEB USU, Kamis (30/4/2026).
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal yang baik dalam merealisasikan program AIESEC, khususnya yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Ia berharap peserta dapat berpikir kritis serta saling berbagi wawasan dan inspirasi.
Prof. Himsar juga menegaskan bahwa pencapaian tujuan pembangunan adalah tanggung jawab bersama, terutama SDGs ke-6 tentang air bersih tentang energi terbarukan, dan ke-12 tentang pengurangan limbah. Ia turut memperkenalkan jargon baru USU, "The Era of Ultimate Excellence", yang dapat diadopsi seluruh sivitas akademika dalam pendidikan maupun pengajaran.
"Jargon USU sudah berganti menjadi The Era of Ultimate Excellent, jargon ini harus mampu diadopsi dalam hidup setiap akademika sehingga apapun aktivitasnya baik pendidikan maupun pengajaran harus betul-betul menghasilkan yang terbaik," tegasnya
Asep Perry M. Anthoriez, S.P., M.Si., dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, menyoroti ancaman Triple Planetary Crisis yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Dampaknya sudah terasa nyata di Sumut, mulai dari banjir bandang hingga tumpukan sampah jutaan ton di Medan dan Deli Serdang. Ia berharap generasi muda dan akademisi bersama-sama menjadi solusi tanpa mengorbankan alam.
"Melalui dukungan akademisi dan semangat generasi muda, diharapkan pengelolaan lingkungan ini tidak hanya menekan kenaikan suhu bumi di bawah ambang kritis, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan negara tanpa merusak alam," tegasnya.
Manager Founder AIESEC, Diva Sabrina Aziezah, menyatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan melalui materi dan diskusi.
Sementara CIO Founder Kawula 17, Dian Irawati, menambahkan bahwa peserta diajak berpikir kritis dengan tidak hanya mencari solusi, tetapi juga memahami siapa yang terdampak. "Anggota AISEC akan membukakan bagaimana cara berfikir kritis peserta yang hadir, mengisi dengan permasalahan yang diberikan, jadi bukan hanya langsung memberikan solusi tetapi juga berfikir tentang siapa yang ditolong dan siapa yang terdampak," jelasnya.
Ketua panitia Ghaida Tsuraya menjelaskan, acara ini dihadiri oleh 120 peserta pelajar, di antaranya SMA Swasta Al-Ulum, SMA Swasta Santo Ignatius, SMAN 4 Medan, SMAN 6 Medan, MAN 1 Medan, dan Man 2 Medan Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 10 dan 11 yang dipandang sebagai generasi penerus dan fondasi kemajuan bangsa.