Universitas Sumatera Utara Jalani Asesmen Lapangan Prodi Spesialis Gizi Klinik FK USU

Universitas Sumatera Utara Jalani Asesmen Lapangan Prodi Spesialis Gizi Klinik FK USU
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 05 Agustus 2026

Dalam sambutannya, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan tiga poin penting yang menjadi fokus penguatan institusi. Pertama, USU saat ini telah memasuki Rencana Strategis (Renstra) ketiga dengan prioritas utama pada penguatan tata kelola kelembagaan yang efisien, mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga kelulusan.
HUMAS USU - Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melaksanakan visitasi akreditasi Program Studi Spesialis 1 (Sp-1) Gizi Klinik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara di Aula Fakultas Kedokteran USU Lantai 3 pada Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan tiga poin penting yang menjadi fokus penguatan institusi. Pertama, USU saat ini telah memasuki Rencana Strategis (Renstra) ketiga dengan prioritas utama pada penguatan tata kelola kelembagaan yang efisien, mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga kelulusan.
"Beberapa prodi di USU sudah mendapatkan akreditasi internasional. Untuk mendukung hal tersebut, prioritas pertama dalam rencana kerja tahunan dan RKA anggaran kami adalah penguatan tata kelola kelembagaan secara efisien," jelasnya.
Selain itu, Rektor USU juga menegaskan pentingnya tata kelola sumber daya manusia, khususnya agar para dosen memiliki produktivitas Tridharma Perguruan Tinggi yang tercatat, terukur, dan terlaporkan sesuai dengan standar kriteria akreditasi.
Terkait dengan Prodi Sp-1 Gizi Klinik, Rektor menilai keberadaannya sangat strategis dan menjadi salah satu prioritas andalan FK USU. Hal ini sejalan dengan fokus program prioritas pemerintah dalam penanganan masalah gizi dan stunting, keberlanjutan kerja sama internasional seperti program Erasmus, serta penugasan strategis bersama lembaga terkait seperti BKKBN dan Pemerintah Daerah.

Sejalan dengan itu, Ketua Tim Asesor sekaligus Ketua Kolegium Gizi Klinik Indonesia, Prof. Dr. dr. Agus Salim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D., Sp.GK(K), menjelaskan bahwa tujuan utama dari visitasi asesmen lapangan ini adalah untuk melakukan verifikasi data secara langsung.
"Kami telah melakukan asesmen kecukupan dan menelaah Laporan Evaluasi Diri. Visitasi ini bertujuan untuk verifikasi lapangan melalui triangulasi data, wawancara, peninjauan sarana dan prasarana, serta diskusi bersama tim task force," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi, diskusi terbuka, dan kerja sama yang baik dari seluruh civitas akademika FK USU sangat diperlukan agar tim asesor dapat menghasilkan penilaian yang objektif.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agus juga memaparkan perkembangan program Sp-1 Gizi Klinik di Indonesia yang saat ini telah memiliki 10 senter pendidikan. Meskipun demikian, jumlah lulusan masih perlu terus dipacu untuk memenuhi target nasional.
"Proyeksi pemerintah menargetkan sekitar 1.000 Dokter Spesialis Gizi Klinik. Saat ini baru tercapai 677 dokter, dan baru ada 3 center utama yang meluluskan. Idealnya, satu rumah sakit memiliki minimal satu spesialis gizi klinik. Dengan total lebih dari 3.000 rumah sakit di Indonesia, kebutuhan lapangan sebenarnya masih sangat besar," ungkapnya.
Ia berharap pencapaian kelulusan dari center-center baru seperti Universitas Udayana, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Syiah Kuala (USK) dapat segera merealisasikan pemenuhan tenaga ahli gizi klinik secara merata di Indonesia dalam 1,5 hingga 2 tahun ke depan.