A11Y

HOME

MENU

CARI

Penguatan Peran Unit Kerja Didorong untuk Sukseskan Akreditasi Perguruan Tinggi

Diterbitkan Pada05 Agustus 2026
Diterbitkan OlehBambang Riyanto, S.S., M. Si
Penguatan Peran Unit Kerja Didorong untuk Sukseskan Akreditasi Perguruan Tinggi
Copy Link
IconIconIcon

Penguatan Peran Unit Kerja Didorong untuk Sukseskan Akreditasi Perguruan Tinggi

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto, S.S., M. Si

Diterbitkan pada

Rabu, 05 Agustus 2026

Logo
Download

"Akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan regulasi, tetapi bagaimana kita dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan memastikan seluruh pekerjaan yang dilakukan tetap memenuhi standar mutu," ujarnya.

HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan bertajuk Penguatan Peran Unit Kerja dalam Akreditasi Perguruan Tinggi pada Rabu, (5/8/2026), di Ruang Rapat Senat Akademik Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., serta diikuti oleh pimpinan universitas, dekan, pimpinan direktorat, dan berbagai unit kerja di lingkungan USU.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan administrasi maupun regulasi, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga mutu institusi secara berkelanjutan.

"Akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan regulasi, tetapi bagaimana kita dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan memastikan seluruh pekerjaan yang dilakukan tetap memenuhi standar mutu," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan akreditasi memerlukan keterlibatan seluruh unit kerja. Menurutnya, setiap direktorat memiliki tanggung jawab terhadap data dan dokumen yang menjadi bagian dari instrumen akreditasi sehingga seluruh unsur di lingkungan universitas perlu berkolaborasi.

Dalam sesi wawancara, Prof. Poppy menjelaskan bahwa strategi utama yang perlu dilakukan adalah menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai instrumen akreditasi.

"Yang pertama adalah penyamaan persepsi. Kalau persepsinya tidak sama, hasilnya juga tidak akan sama. Kemudian semua pihak harus memahami pertanyaan-pertanyaan dalam instrumen agar pengisiannya lebih tepat sasaran," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan borang akreditasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Direktorat Penjaminan Mutu, melainkan melibatkan seluruh direktorat, fakultas, dan program studi sesuai dengan data yang dimiliki masing-masing unit.

"Kita harus berbagi tugas. Tidak hanya tertumpu pada Direktorat Penjaminan Mutu, tetapi semua direktorat seharusnya ikut bertanggung jawab dalam pengisian borang," tambahnya.

Sementara itu, Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., menekankan pentingnya validitas data yang dilaporkan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Menurutnya, proses akreditasi saat ini semakin mengacu pada data yang tersimpan dalam PDDikti sehingga setiap perguruan tinggi harus memastikan data yang dilaporkan akurat dan sahih.

"Sekarang penilaian banyak diambil dari PDDikti. Artinya, data yang diunggah setiap semester harus benar-benar sahih dan valid," ungkapnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat audit mutu internal yang berbasis pada data PDDikti serta memastikan seluruh indikator akreditasi dipenuhi agar kualitas institusi dapat terus dipertahankan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sumatera Utara berharap seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama mengenai proses akreditasi serta semakin aktif berkolaborasi dalam penyediaan data dan pemenuhan standar mutu guna mendukung pencapaian akreditasi institusi yang berkelanjutan.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin