Workshop Penjaminan Mutu USU Perkuat Budaya Mutu dan Strategi Akreditasi

Workshop Penjaminan Mutu USU Perkuat Budaya Mutu dan Strategi Akreditasi
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 05 Agustus 2026

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa mutu merupakan fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan penjaminan mutu sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar administrasi.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Workshop Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi pada Rabu, 5/8/2026, bertempat di Gelanggang Mahasiswa USU. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa mutu merupakan fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan penjaminan mutu sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar administrasi.
“Penjaminan mutu bukan hanya sekadar persiapan menghadapi akreditasi, tetapi menjadi cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di USU telah berjalan konsisten, ditandai dengan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) yang telah mencapai siklus ke-19 pada tahun 2026.
“Mutu harus menjadi karakter institusi, kebiasaan, dan identitas Universitas Sumatera Utara,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Dewan Eksekutif BANPT Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T menjelaskan bahwa saat ini sistem akreditasi terus berkembang mengikuti regulasi terbaru. Ia menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam menghadapi perubahan instrumen akreditasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi penyamaan persepsi agar perguruan tinggi siap menghadapi perubahan instrumen akreditasi yang terus berkembang,” jelasnya
Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan utama dalam sistem akreditasi terbaru yang berfokus pada budaya mutu dan fungsi SPMI di setiap perguruan tinggi.
“Sekarang yang menjadi penekanan adalah budaya mutu. Perguruan tinggi tidak hanya fokus pada lembaga, tetapi bagaimana SPMI itu benar-benar berjalan dan menjadi bagian dari sistem,” lanjutnya
Dalam wawancara bersama Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., yang didampingi oleh Prof. Setiawan S.Kp., MNS., Ph.D. dari Direktorat Penjaminan Mutu USU. Prof. Slamet menekankan pentingnya diferensiasi misi sebagai indikator penilaian baru dalam akreditasi
“Misi perguruan tinggi sekarang menjadi hal penting, karena akan dikaitkan dengan indikator kinerja masing-masing institusi dan dampak yang dihasilkan,” tambahnya.
Workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu memperkuat komitmen seluruh unit kerja dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola di lingkungan USU. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta tim penjaminan mutu internal USU.