USU Lepas 140 Orang Mahasiswa Peserta KKNT 2026

USU Lepas 140 Orang Mahasiswa Peserta KKNT 2026
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Kamis, 21 Mei 2026

Prof. Poppy menyampaikan bahwa program KKNT Kampus Berdampak merupakan bentuk komitmen universitas dalam menghadirkan pembelajaran langsung di tengah masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs Desa.
Humas USU - Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., melepas 140 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kampus Berdampak Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Halaman Rektorat USU pada Kamis (21/05/2026).
Sebanyak 140 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Langkat selama dua bulan, mulai 22 Mei hingga 22 Juli 2026. Para peserta ditempatkan di sejumlah desa dan kelurahan, beberapa di antaranya merupakan desa binaan USU.
Dalam sambutannya, Prof. Poppy menyampaikan bahwa program KKNT Kampus Berdampak merupakan bentuk komitmen universitas dalam menghadirkan pembelajaran langsung di tengah masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs Desa.
“Universitas sekarang diharapkan memberikan dampak, termasuk dalam indikator kinerja utama yang menyasar SDGs. Salah satu program unggulan USU untuk mendukung itu adalah melalui KKN Tematik mahasiswa berdampak ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Langkat, Robby Deritawan Sitepu, SE., M.SP mengapresiasi USU atas kepercayaan menjadikan Kabupaten Langkat sebagai lokasi pelaksanaan KKNT Kampus Berdampak 2026.
“Mudah-mudahan KKN USU memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sesuai tema Kampus Berdampak. Pesan kami, jalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Seperti pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.
Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa di desa dapat menjadi motor penggerak pembangunan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa tidak hanya datang membawa teori, tetapi juga mampu beradaptasi, mendengar, dan berkolaborasi dengan masyarakat desa,” ujarnya.
Selain itu, ia berpesan agar mahasiswa senantiasa menghormati kearifan lokal, menjaga komunikasi dengan warga, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan program pengabdian.
Melalui program ini, USU dan Pemerintah Kabupaten Langkat berharap kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.