A11Y

HOME

MENU

CARI

USU Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Berdampak di Tingkat Nasional dan Global

Diterbitkan Pada04 Agustus 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
USU Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Berdampak di Tingkat Nasional dan Global
Copy Link
IconIconIcon

USU Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Berdampak di Tingkat Nasional dan Global

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Selasa, 04 Agustus 2026

Logo
Download

MEDAN-HUMAS USU: Universitas Sumatera Utara (USU) mengukuhkan lima guru besar dari berbagai bidang keilmuan yang prosesinya digelar di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (4/8/2026). Dengan pengukuhan tersebut, USU kini memiliki 232 guru besar aktif, yang diharapkan menjadi motor penggerak penguatan kualitas pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat menuju perguruan tinggi yang berdampak di tingkat nasional maupun internasional.

Lima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Susilawati dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Evi Karota Bukit dari Fakultas Keperawatan (FKEP), Prof. Mazdalifah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Putri Chairani Eyanoer dari Fakultas Kedokteran (FK), serta Prof. Rusdi Noor Rosa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, mengatakan bertambahnya jumlah guru besar merupakan capaian penting bagi universitas sekaligus modal strategis dalam memperkuat peran USU sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

"Alhamdulillah, saat ini USU memiliki 232 guru besar aktif, termasuk lima guru besar yang dikukuhkan pada hari ini," ujar Rektor.

Menurutnya, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah bagi para akademisi untuk menjadi pemimpin intelektual yang menjaga mutu keilmuan, mengarahkan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui ilmu pengetahuan.

Ia menegaskan, momentum tersebut juga menjadi refleksi atas tantangan global yang semakin kompleks. Karena itu, guru besar memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi universitas agar mampu mengelola berbagai isu masa depan sekaligus mendukung kemajuan Indonesia.

"Tugas penting selanjutnya adalah menunaikan tanggung jawab kolektif untuk memperkuat kualitas sumber daya dosen, mempercepat transformasi Tridarma Perguruan Tinggi, memperluas jejaring keilmuan, serta memastikan Universitas Sumatera Utara hadir sebagai perguruan tinggi yang berdampak di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Rektor menambahkan, kontribusi guru besar dalam menghasilkan solusi berbasis keilmuan menjadi salah satu indikator utama yang menentukan reputasi sebuah perguruan tinggi. Di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, pengembangan ilmu pengetahuan memerlukan fondasi epistemik yang kuat sekaligus kemampuan mengimplementasikan hasil pemikiran ke dalam praktik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, peran guru besar tidak lagi berhenti pada tataran konseptual atau filosofis, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi dan temuan yang aplikatif sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan maupun penyelesaian berbagai persoalan di tingkat lokal, nasional, hingga global.

"Keilmuan yang dimiliki seorang guru besar tidak lagi hanya berada pada tataran filosofi yang bersifat abstrak, tetapi harus berkembang pada ranah aksiologi atau terapan. Temuan-temuan yang lebih konkret sangat diperlukan agar pemikiran akademik dapat diadopsi dalam pengambilan keputusan yang berdampak nyata," ujar Rektor.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin