Rektor USU Ingatkan Tentang Skill Mismatch, Kurikulum Harus Menjawab Kebutuhan Industri

Rektor USU Ingatkan Tentang Skill Mismatch, Kurikulum Harus Menjawab Kebutuhan Industri
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Senin, 20 Juli 2026

HUMAS USU - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengingatkan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik yang baik. Kampus juga dituntut mampu mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri yang terus berubah.
Hal itu disampaikan Prof. Muryanto Amin dalam orientasi jabatan bagi pimpinan program studi dan departemen di lingkungan USU yang digelar pada 17 Juli hingga 20 Juli 2026. Dalam materi yang dipaparkannya, isu skill mismatch atau kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Menurut rektor, tantangan perguruan tinggi saat ini bukan hanya meningkatkan angka kelulusan, tetapi memastikan lulusan memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar kerja.
"Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum, proses pembelajaran hingga riset harus terus diselaraskan dengan perkembangan industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan," kata Prof Mury.
Rektor menegaskan, penguatan kualitas lulusan menjadi bagian penting dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Karena itu, program studi harus terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan metode pembelajaran agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi maupun kebutuhan dunia usaha.
Dalam materi orientasi juga dipaparkan indikator daya saing lulusan perguruan tinggi yang mengacu pada pemeringkatan internasional, seperti Employer Reputation dan Employment Outcomes. Indikator tersebut menjadi salah satu ukuran keberhasilan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang mampu terserap di dunia kerja.
Menurutnya, pimpinan program studi memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan proses pendidikan di kampus. Karena itu, inovasi kurikulum dan kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi langkah yang harus terus diperkuat.
"Program studi harus adaptif terhadap perubahan. Kita tidak boleh hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus memastikan mereka memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun global," ujar rektor.
Selain memperkuat kualitas lulusan, USU juga terus mendorong peningkatan kompetensi dosen, penguatan riset, serta pengembangan jejaring dengan dunia industri sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Prof. Muryanto Amin berharap seluruh pimpinan program studi mampu menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam program kerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas lulusan dan reputasi akademik USU di tingkat internasional.