FT USU Gelar International Summer Course Bahas Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara
FT USU Gelar International Summer Course Bahas Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Selasa, 15 September 2026

HUMAS USU - Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) menggelar International Summer Course bertajuk “Sustainable Tourism Planning and Design: North Sumatra Experience”, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Teknik USU ini membahas perencanaan dan desain pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi budaya dan lanskap Sumatera Utara, khususnya kawasan Kaldera Toba.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., mengatakan kegiatan Summer Course menjadi salah satu bentuk kegiatan internasional yang dilakukan USU untuk meningkatkan hubungan akademik dengan mahasiswa dari berbagai negara.

(Foto: Amri Affandi Simatupang)
Kegiatan internasional seperti Summer Course memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan berinteraksi dengan peserta dari negara lain. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya USU dalam mengembangkan kerja sama internasional.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Sumatera menerima beberapa aktivitas internasional. Objektifnya adalah kami ingin meningkatkan industri kami melalui beberapa aktivitas internasional,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T., mengatakan Fakultas Teknik memiliki peran dalam mendukung pembangunan Sumatera Utara melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.
“Melalui kegiatan pembelajaran, menyiapkan tenaga-tenaga yang ahli di dalam perencanaan kota sebagai salah satu bentuk kontribusi Fakultas Teknik di dalam perencanaan kota Medan ataupun Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan Summer Course juga menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa di luar kelas. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana penerapan konsep pariwisata di lapangan sehingga tidak hanya memahami teori.
“Kegiatan Summer Course ini sebenarnya salah satu bentuk yang membangun kreativitas mahasiswa, kemudian mahasiswa memiliki pengalaman belajar di luar kelas, melihat langsung pembelajaran itu,” ujarnya.

(Foto: Amri Affandi Simatupang)
Ketua Panitia, Prof. Ar. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IAI, mengatakan Summer Course ini dirancang untuk mengeksplorasi perencanaan dan desain pariwisata berkelanjutan dengan menjadikan kekayaan budaya dan lanskap Sumatera Utara, khususnya Kaldera Toba, sebagai ruang belajar bagi para peserta.
“Summer Course ini dirancang untuk mengeksplorasi perencanaan dan desain pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan kekayaan warisan budaya serta lanskap Sumatera Utara, khususnya Kaldera Toba sebagai ruang belajar kita,” ujarnya.
Summer course diikuti sebanyak 67 peserta yang terdiri dari 22 peserta internasional dan 45 peserta dari Indonesia. Para peserta berasal dari 12 universitas yang mewakili sembilan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, India, Tiongkok, Bangladesh, Mali, Tanzania, dan Nigeria.