Mahasiswa FIB USU Raih Bantuan Pendidikan dari Menteri Pertanian

Mahasiswa FIB USU Raih Bantuan Pendidikan dari Menteri Pertanian
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Rabu, 05 Agustus 2026

Perjuangan Haikal menempuh pendidikan mendapat perhatian Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., saat kegiatan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Haikal berkesempatan menyampaikan kisah perjuangannya.
MEDAN – HUMAS USU: Muhammad Haikal Ananta, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia stambuk ’24, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), berkesempatan bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia saat kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium USU pada Rabu (15/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi titik awal ia menerima bantuan pendidikan dan modal usaha.
Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, Haikal dibesarkan oleh ayah yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Keterbatasan ekonomi tersebut sempat membuat Haikal ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Namun, berkat dukungan keluarga – Bude – yang bersedia membantu biaya kuliah, ia akhirnya dapat mewujudkan impiannya menempuh pendidikan. Kendati telah dibantu keluarga, Haikal bertekad untuk meringankan beban mereka. Ia pun mulai berjualan mochi di lingkungan kampus sebagai sumber penghasilan tambahan selama menempuh pendidikan.
Haikal menceritakan bahwa ia mulai berjualan mochi sejak semester dua pada 2025. Ia memilih mochi karena mudah dibuat dan bahan pokoknya mudah untuk didapatkan. Berawal dari sepuluh mochi hasil produksi bersama temannya yang ditawarkan kepada teman-teman sekelas, usahanya perlahan berkembang hingga mampu menjual puluhan bahkan ratusan mochi setiap hari.
Setiap hari, Haikal berkeliling dari tempat kosnya berkeliling fakultas di USU. Dimulai Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Pertanian (FP), Perpustakaan hingga fakultas lainnya. Baginya, berjualan bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi untuk membiayai kebutuhan selama menjalani pendidikan.
Haikal mengungkapkan bahwa proses merintis usaha mochi tidak berjalan dengan mudah. Ia dan temannya harus melalui berbagai tahap trial and error untuk menemukan rasa yang sesuai dengan selera konsumen. Sebelum dipasarkan secara luas, mochi tersebut juga lebih dulu diuji coba kepada sekitar sepuluh orang untuk memperoleh masukan terkait rasa dan kualitas produk. ”Pertama itu Haikal tes ke 10 orang teman kelas itu, teman seprodi, mereka suka dan mereka mau lagi. Makanya di situ Haikal coba untuk lebih besar lagi untuk porsinya, pieces-nya gitu,” tuturnya.

Perjuangan Haikal menempuh pendidikan mendapat perhatian Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., saat kegiatan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Haikal berkesempatan menyampaikan kisah perjuangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Haikal awalnya menyampaikan keluh kesah mengenai kelangkaan tepung ketan sebagai bahan baku utama pembuatan mochi. Kondisi tersebut menyebabkan harga bahan baku meningkat sehingga berdampak pada biaya produksi dan memaksanya menyesuaikan harga jual mochi.
“Tepung ketan untuk buat mochi itu payah banget dicari. Payah banget dicari, langka, udah gitu sekali ada mahal gitu. Makanya gimana nih supaya enggak terulang lagi kayak begitu-begitu, supaya pelaku-pelaku UMKM ini juga enggak ngenes gitu untuk berjualan ketika HPP, apa ya, ketika HPP tuh naik tapi HJP tetap harus normal gitu kan sulit kan. Makanya kayak mana supaya hal itu tuh enggak terjadi kayak gitu. Makanya saya ambil curhat juga tuh Kak, soalnya Haikal kan sambil kuliah sambil jualan,” sampainya.
Percakapan tersebut kemudian berlanjut pada kisah perjuangannya menjalani perkuliahan di tengah keterbatasan ekonomi. Mengetahui hal itu, Menteri Pertanian memberikan bantuan dana pendidikan hingga tamat dengan menawarkan beasiswa dan dukungan modal usaha kepada Haikal.
Bantuan modal usaha yang diterimanya semakin memotivasi dirinya untuk mengembangkan bisnisnya. Ia berencana membuka outlet sendiri serta merintis usaha chicken katsu sebagai langkah memperluas bidang usahanya.
”Ada rencana untuk maksudnya lebih berkembang gitu untuk usaha ini gitu kan, spesifik ingin punya outlet lah gitu Bu, punya outlet,” ungkapnya.
Bantuan yang diterimanya bukan sekadar dukungan untuk menyelesaikan pendidikan atau mengembangkan usaha, tetapi juga amanah untuk terus berjuang dan berbagi kepada sesama. Ia mengaku pesan Menteri Pertanian agar terus berjualan, terus berusaha, dan kelak membantu mereka yang pernah berada di posisi yang sama menjadi motivasi terbesar baginya.