A11Y

HOME

MENU

CARI

Leica Al Humaira Lubis: Dari Fasilkom- TI USU Menuju Panggung Karate Asia

Diterbitkan Pada11 Mei 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Leica Al Humaira Lubis:  Dari Fasilkom- TI USU Menuju Panggung Karate Asia
Copy Link
IconIconIcon

Leica Al Humaira Lubis: Dari Fasilkom- TI USU Menuju Panggung Karate Asia

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Senin, 11 Mei 2026

Logo
Download

Di tengah padatnya persiapan menuju panggung karate Asia, satu senyum lega akhirnya terpancar dari wajah Leica Al Humaira Lubis. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara (Fasilkom-TI USU) itu sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum FORKI IV Tahun 2026 yang berlangsung di Bandung, 9 hingga 12 Mei 2026. Ini adalah emas ketiganya setelah pencapaian yang sama di ajang SEA Games Thailand 2025 dan sebelumnya di PON XXI Aceh Sumut 2024.

Turun di kelas bergengsi senior kumite +68 Kg Putri, Leica tampil impresif sejak babak awal. Atlet binaan Pelatnas Karate Indonesia tersebut berhasil mematahkan dominasi para rivalnya hingga akhirnya menghadapi karateka DKI Jakarta, Salma Aulia, di partai final. Dalam pertarungan penuh tensi, Leica memastikan kemenangan dengan skor meyakinkan 6-3. Bagi Leica, medali emas ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ada perjalanan panjang, kegagalan, dan kerja keras yang akhirnya terbayar lunas.

“Ini momen yang penting karena ini emas pertama saya di Kejurnas. Dua kejurnas sebelumnya di Sumbar dan Banten saya meraih perak,” ujar Leica sumringah usai pengalungan medali.

Raihan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai karateka nasional. Apalagi pada ajang Asian Karate Federation (AKF) tahun 2025 lalu, Leica harus menerima kegagalan merebut medali perunggu. Kini, emas Kejurnas menjadi suntikan kepercayaan diri untuk menghadapi AKF pada Juni mendatang.

“Ini jadi modal penting untuk ke jenjang Asia,” katanya.

Ingin Keliling Dunia Melalui Karate

Prestasi Leica bukanlah hasil instan. Putri pasangan Andi Lubis dan Maya Junifrianti itu mulai mengenal karate sejak usia 10 tahun. Ia berlatih di Dojo INKANAS Sei Deli dan sejak awal jatuh cinta pada olahraga bela diri tersebut karena menurutnya karate tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga mental yang tangguh. Meski sempat berhenti berlatih, Leica kembali menekuni karate di usia 11 tahun dan sejak saat itu memilih serius menjalani dunia yang kini membesarkan namanya.

Di balik keteguhannya, terdapat sosok yang sangat ia kagumi, yakni Sensei Jintar, pelatih yang membimbingnya sejak kecil. Sosok itu pula yang banyak membentuk karakter dan mental bertanding Leica hingga mampu menjadi atlet nasional.

Perjalanan Leica menuju puncak prestasi juga tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami kegagalan pahit saat gagal pada Porprov 2022 yang menjadi ajang seleksi menuju PON. Namun kegagalan itu tidak membuatnya berhenti.

“Alhamdulillah, kemudian saya dipanggil untuk seleksi tim PON Sumut dan berhasil,” ungkapnya.

Karakter pantang menyerah memang menjadi prinsip hidup Leica. Ia memegang teguh motto: “Berlatihlah seakan kau tak pernah menang dan bertandinglah seakan kau tak pernah kalah.”

Kalimat itu tercermin dari kesehariannya sebagai atlet. Sebelum bertanding, Leica selalu mempersiapkan diri dengan disiplin tinggi, mulai dari berdoa hingga mempelajari video teknik permainan calon lawan. Dalam kehidupan sehari-hari, atlet bertinggi badan 172 cm dengan berat 66 kg itu juga menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi terkontrol, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.

Menariknya, di tengah prestasi besar sebagai atlet nasional, Leica tetap memilih jalur akademik di bidang teknologi informasi. Ia mengaku tidak melanjutkan studi olahraga karena “sudah telanjur masuk Fasilkom USU.”

Di luar arena pertandingan, Leica ternyata memiliki kepribadian yang tenang. Ia gemar membaca dan mendengarkan musik rock. Meski kerap dianggap pendiam oleh teman-temannya, Leica mengaku dirinya sebenarnya hanya pemalu dan segan banyak berbicara.

“Kalau kata teman-teman saya pendiam. Tapi sebenarnya karena saya segan dan pemalu banyak bercakap-cakap,” katanya sambil tersenyum.

Di balik sosoknya yang tenang, tersimpan mimpi besar yang terus ia kejar. Selain bercita-cita menjadi web developer, Leica juga memiliki impian sederhana namun penuh makna: keliling dunia lewat karate.

Keberhasilannya meraih emas pada SEA Games Thailand 2025 lalu menjadi salah satu pengalaman paling membanggakan dalam hidupnya. Sebagai debutan, ia mampu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di ajang multicabang terbesar Asia Tenggara tersebut.

“Senang dan haru karena saya sebagai debutan bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia,” tuturnya.

Kini, selepas Kejurnas FORKI 2026, Leica kembali harus fokus menjalani pemusatan latihan nasional di Jakarta. Agenda besar telah menanti: AKF 2026 dan target utama menembus Tim Nasional Indonesia pada Asian Games Nagoya 2026 di Jepang, September mendatang.

Di tengah perjalanan panjang itu, Leica menyimpan pesan sederhana bagi generasi muda seusianya. “Jangan pernah menyerah untuk menggapai impianmu, karena Tuhan akan bekerja dengan caranya,” tegas Leica, penuh keyakinan.

Kalimat itu terasa bukan sekadar motivasi, melainkan cerminan nyata perjalanan hidup Leica sendiri, seorang mahasiswi Fasilkom USU yang berhasil membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan keberanian bangkit dari kegagalan dapat mengantarkan seseorang berdiri di podium tertinggi.

Sukses selalu, Leica Lubis! (RJ)

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin