Kolaborasi USU, UNHAS, dan PT Vale Dorong Pemantauan Keanekaragaman Hayati Danau Matano

Kolaborasi USU, UNHAS, dan PT Vale Dorong Pemantauan Keanekaragaman Hayati Danau Matano
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 17 Juni 2026

HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove turut berpartisipasi dalam kegiatan monitoring biodiversitas Danau Matano menggunakan teknologi environmental DNA (eDNA) yang berlangsung di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada 1–6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan riset dan konservasi keanekaragaman hayati melalui pemanfaatan teknologi berbasis sains mutakhir.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara LPPM USU, LPPM Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan PT. Vale Indonesia dalam mendukung pemantauan biodiversitas Danau Matano melalui pendekatan ilmiah berbasis DNA lingkungan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan jejaring riset nasional dan internasional dalam bidang konservasi sumber daya alam.
Ketua LPPM USU, Mohammad Basyuni, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut berdasarkan penugasan resmi universitas untuk mengikuti site visit dan survei lapangan implementasi teknologi eDNA. Menurutnya, keterlibatan USU dalam penelitian ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam mengembangkan riset berbasis teknologi sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
"Partisipasi USU dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi mutakhir. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi upaya konservasi serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan pengambilan sampel air pada 14 titik di Danau Matano. Metode eDNA memungkinkan identifikasi berbagai organisme yang hidup di suatu ekosistem hanya melalui analisis material genetik yang terdapat di lingkungan, seperti air, tanpa harus menangkap atau mengganggu organisme yang diamati. Pengumpulan sampel dilakukan sesuai standar protokol ANEMONE (All Nippon eDNA Monitoring Network) Global.

Sampel yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis di Tohoku University, Jepang. Hasil analisis tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi keanekaragaman hayati Danau Matano sebagai salah satu danau purba terpenting di Indonesia.
Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari kerja sama internasional yang telah terjalin antara USU dan Tohoku University melalui program ANEMONE Global sejak tahun 2024. Program tersebut berfokus pada pembangunan jaringan pemantauan biodiversitas berbasis eDNA di berbagai ekosistem perairan dunia.
Selain menghasilkan data dan publikasi ilmiah yang mendukung konservasi Danau Matano, kegiatan ini juga membuka peluang penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan danau. Melalui keterlibatan aktif dalam penelitian ini, USU terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).