FIB USU Menggelar Kuliah Umum Bersama Syaikh Prof. Dr. Mu’taz As Subayni

FIB USU Menggelar Kuliah Umum Bersama Syaikh Prof. Dr. Mu’taz As Subayni
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Jumat, 04 September 2026

HUMAS USU - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) menggelar kuliah umum bersama Syaikh Prof. Dr. Mu’taz As Subayni, Guru Besar bidang sejarah dan keilmuan Islam dari Universitas Damascus, Syria, pada Jumat (04/09/2026) di Aula FIB USU. Mengangkat tema “Integrasi Ilmu dan Tradisi Keislaman dalam Menjawab Dinamika Zaman”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menambah wawasan mengenai sejarah, peradaban Islam, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada kuliah umum ini, mahasiswa diajak melihat hubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman melalui kajian sejarah dan peradaban Islam. Materi yang disampaikan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh perkembangan Islam di Indonesia serta pentingnya mengkaji sejarah melalui penelitian.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat perlu diiringi dengan nilai, etika, dan kebijaksanaan. Ia juga menilai tradisi keilmuan Islam memiliki relevansi penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Ilmu pengetahuan tidak cukup hanya menghasilkan kemajuan teknologi dan inovasi, ilmu juga perlu berjalan bersama nilai, etika, dan kebijaksanaan,” jelasnya.

Dekan FIB USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu belajar, tetapi juga harus mulai membangun kemampuan dalam melakukan penelitian. Ia mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kajian, khususnya terkait sejarah Islam di Indonesia, melalui penelitian maupun pembelajaran.
“Jadi sebagai mahasiswa yang memang benar-benar cinta dengan sejarah Islam ini sebaiknya harus meneliti dengan baik,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, tetapi dapat terus mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan maupun bidang penelitian. Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi sebagai pengajar dan peneliti serta menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.