A11Y

HOME

MENU

CARI

Dari Hilina'a Raih Gelar Doktor di USU, Emanuel Zebua Usung Disertasi Penguatan Pariwisata Halal untuk Nias

Diterbitkan Pada18 Juni 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Dari Hilina'a Raih Gelar Doktor di USU, Emanuel Zebua Usung Disertasi Penguatan Pariwisata Halal untuk Nias
Copy Link
IconIconIcon

Dari Hilina'a Raih Gelar Doktor di USU, Emanuel Zebua Usung Disertasi Penguatan Pariwisata Halal untuk Nias

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Kamis, 18 Juni 2026

Logo
Download

Dalam konteks wisata halal, Emanuel menilai penyediaan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian. “Wisatawan muslim tentu menginginkan ketersediaan makanan halal, tempat ibadah yang memadai, penginapan yang mendukung, dan lingkungan wisata yang nyaman. Karena itu, konsep pemasaran informasi halal yang adaptif menjadi penting untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan wisatawan,” ujarnya.

MEDAN – HUMAS USU: Anggota DPRD Kabupaten Nias Utara periode 2024–2029 sekaligus dosen Universitas Nias (UNIAS), Emanuel Zebua, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (17/6/2026), di Ruang IMT-GT Gd Rektorat USU.
Dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU, Dr. Muhammad Anggia Muchtar S.T., MM.IT, tersebut, Emanuel mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Pengaruh Destination Image, Halal Tourism Promotion, Novelty Seeking, dan Cultural Attractions terhadap Revisit Intention yang Dimoderasi Adaptive Halal Information Marketing di Kepulauan Nias.”
Penelitian tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Nias yang dinilainya memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kunjungan ulang wisatawan.
“Pulau Nias memiliki banyak destinasi yang luar biasa. Di Nias Selatan misalnya, ada Pantai Lagundri yang terkenal dengan ombak kelas dunia. Kita juga memiliki rumah-rumah adat yang berdiri megah di kawasan perbukitan dan menjadi miniatur budaya yang sangat berharga. Nias Barat dan Nias Utara juga memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri. Namun saya prihatin karena banyak wisatawan yang datang hanya sekali dan tidak kembali lagi. Dari situlah muncul keinginan saya untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjung kembali wisatawan,” ujar Emanuel.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kemampuan destinasi tersebut memenuhi ekspektasi pengunjung sehingga mendorong mereka untuk kembali berwisata.
“Ke depan saya berharap Kepulauan Nias menjadi tujuan wisata yang tidak hanya dikunjungi sekali oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, tetapi menjadi destinasi yang selalu ingin mereka datangi kembali. Kuncinya adalah terpenuhinya ekspektasi wisatawan, mulai dari fasilitas yang memadai, kenyamanan, hingga layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.


Wisata Halal
Dalam konteks wisata halal, Emanuel menilai penyediaan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian.
“Wisatawan muslim tentu menginginkan ketersediaan makanan halal, tempat ibadah yang memadai, penginapan yang mendukung, dan lingkungan wisata yang nyaman. Karena itu, konsep pemasaran informasi halal yang adaptif menjadi penting untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan wisatawan,” ujarnya.
Emanuel juga berharap hasil penelitiannya dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pariwisata.
Secara khusus, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Nias Utara bersama DPRD untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan wisata halal sebagai salah satu strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan dukungan yang lebih serius terhadap pengembangan pariwisata halal. Kalau pun saat ini sudah ada, saya berharap Kabupaten Nias Utara bisa menjadi pionir bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat kemajuan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Emanuel.
Cita-cita yang Terwujud
Selain dikenal sebagai akademisi, Emanuel juga memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik. Ketertarikannya terhadap dunia akademik dan politik, menurutnya, telah tumbuh sejak masih bersekolah.
“Sejak muda saya bercita-cita menjadi akademisi sekaligus politisi. Syukur kepada Tuhan, kesempatan itu diberikan kepada saya. Apa yang saya peroleh sebagai dosen saya terapkan dalam pekerjaan sebagai politisi, dan apa yang saya pelajari di lapangan sebagai politisi juga memperkaya perspektif saya sebagai akademisi,” ujar ayah dari dua orang putera tersebut.
Karier politik Emanuel dimulai ketika ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Nias Utara dari Partai Damai Sejahtera (PDS) periode 2009–2014. Selanjutnya ia kembali terpilih dari Partai Demokrat untuk periode 2014–2019 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Demokrat Kabupaten Nias Utara periode 2015–2021. Pada Pilkada 2020, ia turut maju sebagai calon Wakil Bupati Nias Utara, meski gagal meraih kemenangan Saat ini, Emanuel kembali mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Nias Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2024–2029.
Di bidang akademik, Emanuel yang lahir di Hilina’a, Kabupaten Nias, pada 23 Agustus 1979, menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di Pulau Nias, sebelum melanjutkan studi Sarjana Hukum di Universitas Janabadra Yogyakarta pada tahun 2003. Gelar Magister Administrasi Publik diraihnya dari Universitas Medan Area pada tahun 2013, sebelum melanjutkan studi doktoral di Universitas Sumatera Utara pada tahun 2022.
Perjalanan menyelesaikan pendidikan doktor, menurut Emanuel, menjadi pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.
“Menyelesaikan S3 bukan hanya melelahkan, tetapi membutuhkan kekuatan mental yang luar biasa. Saya tidak pernah menemukan metode pembelajaran seberat ini saat SD, SMP, SMA, S1 maupun S2. Program doktor membutuhkan mental baja untuk menghadapi berbagai tantangan akademik, terutama ketika menyusun disertasi dan berdiskusi dengan promotor maupun ko-promotor,” tutur suami dari Epidemi Telaumbanua, SE.
Ia mengaku banyak memperoleh pelajaran berharga selama proses bimbingan.
“Saya diajak untuk berpikir lebih kritis, berkolaborasi, menantang diri sendiri, menemukan hal-hal baru, dan mempersembahkan karya terbaik sebagaimana yang diharapkan para promotor,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Emanuel juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sumatera Utara yang telah memberinya kesempatan menempuh pendidikan doktor selama tujuh semester.
“Terima kasih kepada Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ruang bagi saya untuk menyelesaikan pendidikan doktor ini. Tentu masih banyak kekurangan dalam diri saya, tetapi proses ini telah memberikan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Keberhasilan meraih gelar doktor, lanjut Emanuel, tidak lepas dari peran kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia dan menjadi sumber inspirasi utama dalam hidupnya.
“Orang tua saya selalu mengatakan, bahwa pendidikan akan menentukan kehidupan seseorang. Mereka mengajarkan bahwa sekolah dapat mengubah kebodohan menjadi pengetahuan, mengubah keterbatasan menjadi kesempatan. Nilai-nilai itulah yang terus saya pegang hingga hari ini,” katanya.


Kepada generasi muda, Emanuel mengajak untuk terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, terutama anak-anak muda yang sedang menempuh pendidikan, agar tidak berhenti belajar. Pendidikan sangat menentukan masa depan seseorang. Teruslah melanjutkan studi hingga sarjana, magister, bahkan doktor. Universitas Sumatera Utara adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang dapat menjadi pilihan untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.
Ke depan, Emanuel berencana menulis buku mengenai pengembangan pariwisata Kepulauan Nias sekaligus tetap mengabdikan diri sebagai dosen.
“Ilmu yang saya peroleh dari USU tidak boleh berhenti pada diri saya sendiri. Saya ingin membagikannya kepada masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan tulisan. Karena itu saya berencana menulis buku tentang pariwisata Pulau Nias dan terus mengajar agar ilmu tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Sidang promosi doktor Emanuel dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Sulistya Rini, SE., M.Si. sebagai promotor, didampingi Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, SE., M.Si. dan Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE., M.Si. sebagai ko-promotor. Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Dr. Abdillah Arif Nasution, S.E., M.Si. Ak, CA., QGIA, CHRS beserta tim penguji.


Dengan keberhasilan tersebut, Emanuel menambah deretan putra terbaik Kepulauan Nias yang berhasil meraih gelar doktor, sekaligus membawa gagasan ilmiah yang relevan bagi pengembangan sektor pariwisata dan pembangunan ekonomi daerah. (RJ)

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin