Dosen USU Launching Program Desa Binaan di Rabuhit Gunung Maligas, Simalungun

Dosen USU Launching Program Desa Binaan di Rabuhit Gunung Maligas, Simalungun
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Rabu, 29 Juli 2026

SIMALUNGUN — Dalam upaya mengatasi tingginya biaya produksi pertanian dan peternakan, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) resmi meluncurkan Program Desa Binaan di Desa Rabuhit, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Acara peluncuran (launching) ini menandai dimulainya langkah strategis penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah menjadi pakan ternak dan pupuk organik granul. Ketua Tim Pengusul dari USU, Dr. Amlys Syahputra Silalahi SE., M.Si., menyatakan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas dua permasalahan utama di Desa Rabuhit yakni ketergantungan pada pakan dan pupuk kimia komersial yang mahal, serta degradasi lingkungan akibat penumpukan kotoran ternak dan sisa panen.
Peluncuran program ini disambut antusias oleh pemerintah desa dan kelompok tani-ternak di Desa Rabuhit dan pengulu Rabuhit yaitu Bapak Rohiman. Masyarakat akan mendapatkan pendampingan langsung berupa pelatihan keterampilan (hard skill dan soft skill). Implementasi di lapangan mencakup penyediaan mesin pelletizer untuk pembuatan pakan ikan lele dan ternak ayam, serta mesin granulator untuk mengolah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk organik siap jual. Tim pelaksana yang didukung oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USU ini melibatkan pakar multidisiplin. Selain Dr. Amlys, tim pengabdian juga diperkuat oleh Prof. Dr. Tulus dari FMIPA; Ir. Peni Patriani S.Pt., M.P, IPM. ASEAN.Eng; Ir. Tati Vidiana Sari S.Pt., M.P., IPM; Helova Leonard Panjaitan SP., M.P. dari Fakultas Pertanian dan Hendrik Voice Sihombing S.T., M.T Fakultas Teknik. Program yang direncanakan berjalan hingga November 2026 ini diharapkan akan menciptakan siklus Zero Waste di Desa Rabuhit dan meningkatkan kesejahteraan petani maupun peternak. Desa Binaan yang akan dilaksanakan sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang memprioritaskan Tujuan 3 (Good Health and Well-being/ Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth/ Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Melalui pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik, program ini berupaya memitigasi pencemaran lingkungan demi menjamin kualitas kesehatan masyarakat dan sanitasi pemukiman desa (SDGs tujuan 3). Di sisi lain, transfer teknologi mesin pembuat pelet pakan dan granulator pupuk diharapkan mampu memangkas biaya operasional dan membuka peluang unit usaha mandiri yang bermuara pada peningkatan kemandirian, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Desa Rabuhit secara berkelanjutan (SDGs tujuan 8).