USU Terima Audiensi Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Bahas Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko

USU Terima Audiensi Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Bahas Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 08 Juli 2026

"Polri memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, perlindungan masyarakat, hingga pemulihan pascabencana," sebutnya.
HUMAS USU - Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH, Sp. ParK, menerima audiensi Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian STIK Lemdiklat Polri Tahun 2026 bertema "Rekonstruksi Model Pemolisian Berbasis Manajemen Risiko dalam Penanganan Bencana (Perspektif Hukum)", pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Senat Akademik USU.
Dalam sambutannya, Prof. Dewi Masyithah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Oleh karena itu, penanganan bencana perlu didukung sistem yang berbasis manajemen risiko, koordinasi lintas sektor, dan kepastian hukum.
"Polri memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, perlindungan masyarakat, hingga pemulihan pascabencana," sebutnya.
Menurutnya, tema FGD ini relevan karena menghubungkan perspektif hukum, kepolisian, manajemen risiko, dan kebencanaan. Rekonstruksi model pemolisian juga memerlukan masukan dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman lapangan.
Prof. Dewi Masyithah menambahkan, USU siap mendukung penguatan kajian berbasis bukti, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta memperluas kolaborasi strategis dengan Polri melalui riset dan kerja sama akademik.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengkajian Hukum dan HAM PTIK STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol. Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama riset antara Lemdiklat Polri dan Universitas Sumatera Utara.
"Tujuan dari Lemdiklat Polri secara umum adalah agar universitas yang ada di kepolisian dapat melakukan kerja sama atau riset-riset bersama dengan Universitas Sumatera Utara," ujarnya
Tagor menjelaskan, pembahasan dalam FGD difokuskan pada rekonstruksi model pemolisian dalam penanganan bencana melalui pendekatan manajemen risiko. Pihaknya berharap para akademisi USU dapat memberikan berbagai masukan untuk memperkuat model yang sedang disusun.
"Kami mengharapkan masukan dari para ahli di USU terkait kebencanaan. Ke depan, kolaborasi ini juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan objek-objek penelitian lainnya," ujarnya.