A11Y

HOME

MENU

CARI

USU Tekankan Profesionalisme Petugas Keamanan sebagai Wajah Institusi

Diterbitkan Pada13 Oktober 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
USU Tekankan Profesionalisme Petugas Keamanan sebagai Wajah Institusi
Copy Link
IconIconIcon

USU Tekankan Profesionalisme Petugas Keamanan sebagai Wajah Institusi

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Selasa, 13 Oktober 2026

Logo
Download

“Petugas keamanan bukan hanya penjaga lingkungan kampus, tetapi juga representasi profesionalisme, keramahan, dan integritas Universitas Sumatera Utara,” ujar Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU.

MEDAN-HUMAS USU: Universitas Sumatera Utara (USU) menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan keramahan petugas keamanan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman sekaligus memberikan pelayanan berkualitas kepada sivitas akademika dan masyarakat. Petugas keamanan dinilai memiliki peran strategis karena menjadi salah satu unsur terdepan yang membentuk citra institusi di mata publik.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis USU, Dr. Muhammad Anggia Muchtar, S.T., MM.IT., dalam kegiatan Apel Gabungan Petugas Keamanan bertema “Peranan Petugas Security sebagai Wajah Institusi” di lingkungan USU, bertempat di Pelataran Rektorat USU, Senin (12/10/2026).

Dalam arahannya, Anggia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas keamanan yang telah menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kampus. Menurutnya, perkembangan USU, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas akademik, maupun pelayanan kepada masyarakat, perlu diimbangi dengan sistem keamanan yang baik serta sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

“Petugas keamanan bukan hanya penjaga lingkungan kampus, tetapi juga representasi profesionalisme, keramahan, dan integritas Universitas Sumatera Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini USU memiliki 252 petugas keamanan yang terdiri atas 36 pegawai negeri sipil (PNS), 84 tenaga non-PNS, dan 132 tenaga alih daya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 petugas berada dalam koordinasi Direktorat Pengelolaan Infrastruktur Akademik, sedangkan 115 lainnya bertugas di fakultas dan unit terkait.

Besarnya jumlah personel tersebut, lanjutnya, membutuhkan koordinasi yang kuat, kedisiplinan, serta penerapan standar pelayanan yang seragam. Dengan demikian, seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara profesional dan konsisten di berbagai titik pelayanan dan pengamanan kampus.

Anggia menegaskan, bahwa tugas petugas keamanan tidak terbatas pada penjagaan pintu masuk, pengaturan kendaraan, dan patroli. Petugas juga berperan dalam memberikan informasi, membantu pengunjung, serta menangani berbagai situasi yang membutuhkan kesigapan dan pendekatan yang tepat.

Mahasiswa baru, orang tua mahasiswa, tamu, hingga mitra kerja sering kali berinteraksi pertama kali dengan petugas keamanan ketika memasuki lingkungan universitas. Oleh karena itu, sikap dan cara petugas berkomunikasi turut memengaruhi kesan masyarakat terhadap kualitas pelayanan USU.

“Kita tentu menginginkan kampus yang aman dan tertib. Namun, keamanan tidak boleh dibangun melalui sikap yang kurang bersahabat. Petugas keamanan harus mampu bersikap tegas dalam menegakkan aturan, tetapi tetap santun dalam berkomunikasi, adil dalam memberikan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika dan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga penampilan yang rapi, berkomunikasi dengan baik, serta sigap dalam memberikan bantuan. Kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh petugas keamanan USU.

Menurut Anggia, sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), USU terus berupaya memperkuat tata kelola institusi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan seluruh unsur universitas, termasuk petugas keamanan sebagai bagian penting dari sistem pendukung operasional kampus.

Keberhasilan pengelolaan keamanan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari minimnya gangguan atau kejadian yang tidak diinginkan, tetapi juga dari terciptanya rasa aman, kenyamanan, ketertiban, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap universitas.

Melalui kegiatan apel gabungan ini, ia mengajak seluruh petugas keamanan menjadikan pembinaan sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat koordinasi, dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan.

Anggia menegaskan tiga prinsip yang perlu menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, yakni “Tegas Menjaga, Ramah Melayani, Tulus Melindungi.” Prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong petugas keamanan memberikan perlindungan sekaligus pelayanan yang profesional, ramah, dan penuh rasa hormat.

Melalui penguatan profesionalisme petugas keamanan, USU berharap tercipta lingkungan kampus yang aman, tertib, nyaman, dan berintegritas, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat. (RJ)

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin