USU Lakukan Audiensi dengan NIPD, Bahas Deteksi Malaria Menggunakan dengan Teknologi AI

USU Lakukan Audiensi dengan NIPD, Bahas Deteksi Malaria Menggunakan dengan Teknologi AI
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Selasa, 07 Juli 2026

“Kerja sama riset dengan tujuan yang jelas dan sejalan dengan program pemerintah memiliki peluang untuk dikembangkan melalui skema pendanaan bersama (join funding), termasuk peluang pengajuan pendanaan melalui LPDP,” jelas Prof. Himsar.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan delegasi National Institute of Parasitic Diseases (NIPD) dalam agenda audiensi terkait peluang kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan pada Selasa (07/07/2026) di Ruang Audiensi Rektor USU. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengendalian dan eliminasi malaria di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kerja sama riset dengan tujuan yang jelas dan selaras dengan program pemerintah memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai skema pendanaan bersama (join funding). Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah pengajuan pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) guna memperkuat keberlanjutan kolaborasi penelitian.
“Kerja sama riset dengan tujuan yang jelas dan sejalan dengan program pemerintah memiliki peluang untuk dikembangkan melalui skema pendanaan bersama (join funding), termasuk peluang pengajuan pendanaan melalui LPDP,” jelas Prof. Himsar.

Dalam audiensi tersebut, Dr. Shan Lyu, Director of Global Health Center, Delegasi NIPD, menyampaikan peluang kolaborasi bersama USU dalam pengembangan teknologi diagnosis malaria berbasis AI. Teknologi ini diharapkan mampu mendukung proses deteksi malaria secara lebih cepat, akurat, dan real time sehingga dapat memperkuat sistem pengendalian penyakit serta mempercepat program eliminasi malaria nasional.
“USU memiliki posisi strategis sebagai mitra penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan, sehingga hasil riset yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penanganan malaria di berbagai wilayah endemis di Indonesia,” ungkapnya.
Wilayah Sumatera memiliki angka kasus malaria yang relatif lebih rendah dibandingkan kawasan Indonesia bagian timur, USU tetap memiliki posisi strategis sebagai mitra penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan. Melalui kolaborasi ini, inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi wilayah Sumatera, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah endemis malaria di Indonesia.
Kolaborasi antara USU dan National Institute of Parasitic Diseases (NIPD) menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring riset internasional di bidang kesehatan. Melalui pemanfaatan teknologi AI, kedua pihak berharap dapat menghadirkan inovasi baru dalam diagnosis, pengendalian, serta upaya percepatan eliminasi malaria di Indonesia.