USU Gelar Seminar Internasional The 8th ICONART 2026: Peran Teknologi dan SDA untuk Pembangunan Berkelanjutan
USU Gelar Seminar Internasional The 8th ICONART 2026: Peran Teknologi dan SDA untuk Pembangunan Berkelanjutan
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Rabu, 23 September 2026

“ICONART ini menjadi platform bagi para peneliti di bidang natural resources dan teknologi, baik yang ada di USU, Indonesia, maupun dunia internasional. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk aktivitas internasionalisasi yang dilakukan Universitas Sumatera Utara,” ujar Prof. Himsar.
HUMAS USU - Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Mangrove Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Fakultas Kehutanan USU menggelar The 8th International Conference on Natural Resources and Technology (ICONART) 2026 pada Rabu, (23/9/2026) bertempat di Hotel GranDhika Medan. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini mengangkat tema “Natural Resources and Technology for Achieving Sustainable Development Goals through Academic, Industry, and Community.”
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICONART menjadi salah satu platform internasionalisasi USU yang mempertemukan para peneliti di bidang sumber daya alam dan teknologi dari berbagai negara.
“ICONART ini menjadi platform bagi para peneliti di bidang natural resources dan teknologi, baik yang ada di USU, Indonesia, maupun dunia internasional. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk aktivitas internasionalisasi yang dilakukan Universitas Sumatera Utara,” ujar Prof. Himsar.

(Foto: Muhammad Andriansyah)
Prof. Himsar menuturkan, konferensi ini dapat terus menjaga kualitas penyelenggaraan serta menghasilkan luaran penelitian yang memberikan dampak nyata dalam pengembangan teknologi berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam.
Lebih lanjut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Informasi Fakultas Kehutanan USU, Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc., menyampaikan bahwa ICONART 2026 menjadi ruang penting dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini.
“Tema ICONART tahun ini sangat relevan dengan tantangan lingkungan yang kita hadapi. Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga biodiversitas, menyimpan karbon, melindungi komunitas, serta mendukung kehidupan yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Anita.

(Foto: Muhammad Andriansyah)
Sementara itu, Ketua Panitia ICONART 2026, Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun jejaring kerja sama dan menghasilkan inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
“ICONART merupakan lebih dari sekadar konferensi, tetapi menjadi platform untuk pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. Kami berharap ide serta kerja sama yang berkembang dalam kegiatan ini dapat membantu pengelolaan sumber daya alam dan mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, ICONART menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Dr. Sheriza Mohd Razali dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Koji Takayama dari Tokyo Metropolitan University Jepang, Prof. Minkyu Moon dari Kangwon National University Korea, Dr. Erni Jumilawaty dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Chandra Sagaran dari Malaysia Green Technology Society, serta Prof. Nabil Ibrahim Elsheery dari Tanta University Mesir.