USU Dukung Program SATREPS JIRCAS–BRIN untuk Perkuat Riset Blue Carbon Mangrove Berbasis Nature-based Solutions

USU Dukung Program SATREPS JIRCAS–BRIN untuk Perkuat Riset Blue Carbon Mangrove Berbasis Nature-based Solutions
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Senin, 03 Agustus 2026

MEDAN-HUMAS USU: Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset mangrove berkelas dunia melalui penerimaan kunjungan delegasi Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) dalam rangka Detailed Planning Survey Program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi proyek riset internasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berfokus pada penguatan pengelolaan blue carbon mangrove sebagai Nature-based Solutions (NbS) untuk mendukung pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
Delegasi Jepang yang hadir terdiri atas Kegasa Takahiro dan Okuda Takahiro dari JICA, serta Prof. Rempei Suwa dari JIRCAS. Mereka diterima oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, bersama tim peneliti Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Mangrove USU yang dipimpin Prof. Mohammad Basyuni.
Pertemuan di USU merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Detailed Planning Survey yang berlangsung pada 27 Juli hingga 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mengonfirmasi kesiapan proyek, membahas struktur implementasi, sekaligus memperkuat sinergi antara mitra Indonesia dan Jepang sebelum proyek dimulai.
Tim peneliti USU yang turut hadir antara lain Prof. Mohammad Basyuni, Dr. Bejo Slamet, Dr. Nurdin Sulistyono, Prof. Etti Sartina Siregar, Dr. Erni Jumilawaty, Dr. Amelia Zulianti Siregar, dan Dr. Masitta Tanjung.
Program yang mengusung tema "Project for Advancing Nationally Determined Contributions Targets through Innovative Mangrove Blue Carbon Management as a Nature-based Solution" menempatkan BRIN sebagai implementing agency, sedangkan USU berperan sebagai co-implementing agency. Selain USU, proyek ini juga melibatkan Syiah Kuala University (USK), Universitas Halu Oleo (UHO), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Proyek direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai pertengahan 2027 hingga 2032.
Dalam proyek SATREPS tersebut, USU memegang peran strategis sebagai penanggung jawab Output 2, yaitu pengembangan pendekatan regional untuk konservasi dan restorasi mangrove yang efektif. Ruang lingkup kegiatan mencakup pengembangan teknik restorasi pada kawasan yang sulit dipulihkan (difficult-to-restore sites), penyusunan paket konservasi dan restorasi berbasis karakteristik lokasi, serta implementasi teknologi restorasi yang disesuaikan dengan kondisi ekologi Indonesia.
Kontribusi USU tidak berhenti pada aspek restorasi. Para peneliti universitas ini juga akan terlibat dalam berbagai kelompok kerja lintas disiplin, mulai dari pemantauan blue carbon, keanekaragaman hayati, pemanfaatan teknologi environmental DNA (eDNA), pemantauan berbasis Geographic Information System (GIS), restorasi mangrove, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan nasional berbasis hasil penelitian.
Struktur proyek menunjukkan kolaborasi erat antara USU, BRIN, dan sejumlah institusi riset terkemuka Jepang, seperti JIRCAS, University of Tokyo, Institute of Science Tokyo, Kyoto University, Forestry and Forest Products Research Institute (FFPRI), serta Sumitomo Forestry.
SATREPS merupakan program kerja sama internasional Pemerintah Jepang yang didukung oleh JICA dan Japan Science and Technology Agency (JST). Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi riset internasional, mendorong inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kapasitas penelitian negara mitra, serta memperluas jejaring peneliti global. Fokus SATREPS mencakup berbagai isu strategis, seperti lingkungan hidup, perubahan iklim, energi, dan sumber daya hayati.
Keikutsertaan USU dalam program ini diharapkan semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat unggulan penelitian mangrove tropis di Indonesia. Selain menghasilkan inovasi ilmiah di bidang konservasi dan restorasi mangrove, kolaborasi ini juga diharapkan mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (science-based policy) dalam pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.
Rangkaian Detailed Planning Survey akan ditutup dengan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM), kemudian dilanjutkan penyusunan Record of Discussions (R/D) yang dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada 10 Agustus 2026 sebagai tahapan akhir sebelum implementasi proyek dimulai pada tahun 2027.