USU dan SDGHI Dorong Penguatan Riset Internasional melalui Planetary Health Days 2026

USU dan SDGHI Dorong Penguatan Riset Internasional melalui Planetary Health Days 2026
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Selasa, 20 Oktober 2026

“Melalui teknologi drone dan sensor, kami dapat membantu petani memahami kondisi lahan dan berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan biopestisida sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) bersama SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) menggelar pertemuan strategis dalam rangka USU Planetary Health Days 2026 di Ruang Equity, Gedung Rektorat USU, pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi penelitian lintas disiplin dalam menghadapi tantangan kesehatan manusia dan lingkungan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis USU, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, PGDip PID, FAAET, M.Ked(Ped), Sp.A., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., serta dosen sekaligus peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU, Dr. Eka Lestari Mahyuni, S.K.M., M.Kes.
Sementara itu, delegasi SDGHI menghadirkan Dr. Renzo R. Guinto, MD, DrPH, selaku Associate Professor, bersama Dr. Muhammad Daniel Azlan Mahadzir, Dr. Elliot Eu Zai Feng, Dr. Joel Aik, DrPH, MSc (Epidemiology), serta Dr. Une Meng Ieng (May Ung).
Dalam sesi diskusi, dosen sekaligus peneliti FKM USU, Dr. Eka Lestari Mahyuni, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa penelitian bersama SDGHI menerapkan konsep pertanian presisi melalui pemanfaatan teknologi drone dan sensor untuk membantu petani memantau kondisi lahan serta mengidentifikasi permasalahan pertanian.
“Melalui teknologi drone dan sensor, kami dapat membantu petani memahami kondisi lahan dan berbagai permasalahan yang dihadapi. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan biopestisida sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., turut menekankan pentingnya pengembangan pertanian berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, keamanan pangan, serta dampak perubahan iklim.
“Pengembangan pertanian berkelanjutan perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari ekonomi, keamanan pangan, hingga perubahan iklim. Melalui kolaborasi penelitian ini, kami berharap dapat menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Associate Professor SDGHI, Dr. Renzo R. Guinto, MD, DrPH, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama penelitian dengan USU melalui Dr. Eka Lestari Mahyuni selama dua tahun terakhir. Kolaborasi tersebut berfokus pada peningkatan ketahanan sektor pertanian terhadap tantangan lingkungan yang berdampak pada keamanan pangan dan kesehatan petani.
“Kami telah bekerja sama dengan USU melalui Dr. Eka selama dua tahun terakhir. Penelitian ini berfokus pada bagaimana sektor pertanian dapat lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pangan dan kesehatan petani,” ungkapnya.
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak fakultas di USU melalui pendekatan transdisipliner.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi awal bagi kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan berbagai fakultas di USU. Pendekatan transdisipliner sangat penting untuk menghadapi tantangan global yang menghubungkan kesehatan manusia dengan kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Melalui pertemuan strategis ini, USU dan SDGHI diharapkan dapat memperluas kolaborasi riset internasional serta menghasilkan inovasi berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.