USU dan Kementerian Keuangan Perkuat Kolaborasi melalui Edukasi Investasi dan Pengelolaan Pembiayaan

USU dan Kementerian Keuangan Perkuat Kolaborasi melalui Edukasi Investasi dan Pengelolaan Pembiayaan
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Kamis, 01 Oktober 2026

Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) 2026 serta Edukasi dan Sosialisasi Savings Bond Ritel seri SBR015 dengan tema "Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi". Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan di bidang keuangan, khususnya terkait investasi dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui kegiatan edukasi mengenai investasi dan pengelolaan pembiayaan negara yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU. Kegiatan ini dilakukan di Aula Prof. Dr. Suhadji FEB USU, pada Kamis (01/10/2026).
Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) 2026 serta Edukasi dan Sosialisasi Savings Bond Ritel seri SBR015 dengan tema "Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi". Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan di bidang keuangan, khususnya terkait investasi dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Ir. Himsar Ambarita, S.T., M.T., yang mewakili Rektor USU, menyambut baik kehadiran jajaran Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta para pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan tersebut.

(Foto: Muhammad Andriansyah)
Dalam sambutannya, Prof. Himsar menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pihak yang terlibat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di sektor keuangan.
“Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan baik, belajarlah dari para praktisi dan pemangku kebijakan. Saya yakin akan banyak ilmu yang bisa diperoleh dari pertemuan ini,” ujar Prof. Himsar.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai sistem keuangan dan investasi. Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung di bidang keuangan dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa. Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan SBN ritel sebagai salah satu instrumen investasi.
”Edukasi mengenai sistem keuangan seperti ini sangat penting, ya, untuk melakukan investasi yang semata-mata tidak didasarkan kepada tren saja ataupun ajakan media sosial dan informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Ubaidi Socheh Hamidi, S.E., M.M., menuturkan literasi keuangan bukan sekadar mengenai produk investasi, tetapi juga bekal untuk merencanakan keuangan, mengendalikan perilaku konsumtif, memahami risiko, serta memilih investasi yang legal dan sesuai kebutuhan.

(Foto: Muhammad Andriansyah)
Dinamika geopolitik, perubahan teknologi, serta perkembangan pasar keuangan terus menuntut masyarakat untuk terus-menerus makin adaptif. Di tengah kondisi tersebut, kita juga telah mendengar laporan dari BPS bahwa pada triwulan II 2026 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29%. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk terus menjaga momentum pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
”Dalam menghadapi perubahan tersebut, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan merupakan kompetensi dasar. Generasi muda perlu mampu mengelola, mengembangkan, dan melindungi aset keuangannya secara bijaksana.” tuturnya.
Dengan adanya SBN, masyarakat tidak hanya mendukung pembiayaan pembangunan, tetapi juga mendapatkan manfaat finansial yang mendukung kesejahteraan individu. Pemahaman yang baik mengenai instrumen investasi seperti SBN akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengelola aset dan perencanaan keuangan pribadi. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan.