USU dan BRIN Gelar Kuliah Umum Bahas Transisi Energi




USU dan BRIN Gelar Kuliah Umum Bahas Transisi Energi
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto
Diterbitkan pada
Selasa, 25 Februari 2025


“Semoga dalam kesempatan ini mampu kita manfaatkan dengan baik untuk menggali informasi yang berguna, untuk meningkatkan wawasan dan juga kompetensi kita, juga ini dapat menjadi satu hal yang positif bagi perkembangan USU,” tutur Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T.
HUMAS USU - Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kuliah umum bertajuk “Transisi Energi untuk Menghambat Pemanasan Global dan Bencana Perubahan Iklim” dengan narasumber Prof. Ir. Yohannes Sardjono, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir BRIN. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lt.3 USU, pada Senin (24/02/2025).
Kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya transisi energi dalam mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global, serta menjadi peluang kolaborasi dalam mengembangkan solusi inovatif bagi masa depan.
Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., selaku Direktur Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran BRIN dan berharap agar peluang kolaborasi riset dan beasiswa dari BRIN bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa juga memberikan dampak positif bagi perkembangan USU.
“Semoga dalam kesempatan ini mampu kita manfaatkan dengan baik untuk menggali informasi yang berguna, untuk meningkatkan wawasan dan juga kompetensi kita, juga ini dapat menjadi satu hal yang positif bagi perkembangan USU,” tutur Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T.
Selaras dengan itu, Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D, Associate Professor Fakultas Kehutanan USU mengungkapkan bahwa kolaborasi antara USU dan BRIN telah terjalin sejak lama, dan pada tahun lalu, USU menempati peringkat ke-12 sebagai kolaborator utama BRIN. Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D, berharap prestasi ini dapat dipertahankan atau ditingkatkan lagi.
“Antara USU dengan BRIN itu kolaborasinya sudah dari lama. Nah, untuk tahun lalu kita termasuk top kolaborator BRIN nomor 12. Ini bisa dipertahankan atau kita tingkatkan, karena universitas yang dari luar Jawa cuma USU dan UNHAS,” ungkap Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D.
Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur S.T., M.Eng.Sc., dosen Teknik Mesin USU yang kali ini sebagai moderator menyebutkan perlunya menyusun kurikulum yang membahas perubahan iklim, transisi energi, dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan agar mahasiswa terdorong melakukan penelitian di bidang tersebut. Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur S.T., M.Eng.Sc. juga berharap ada kolaborasi berkelanjutan dengan para ahli dan mahasiswa untuk mengembangkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Dari sisi kita, dosen, harus memberikan masukan ataupun kurikulum menyangkut hal-hal yang sifatnya deep dynamic, sehingga mahasiswa akan memperoleh banyak informasi dan ada penelitian. Saya berharap, seperti Prof. Yohannes ini sering kemari untuk memberikan masukan dan kedepannya bisa kita berkolaborasi terus sehingga bermanfaat buat masyarakat,” ujar Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur S.T., M.Eng.Sc.
Sebagai narasumber, Prof. Ir. Yohannes Sardjono menjelaskan bahwa BRIN kini mengutamakan kolaborasi dan menuturkan tugasnya sebagai peneliti utama untuk membina kerja sama antara universitas dan industri dalam mengaplikasikan hasil riset BRIN. Lebih lanjut, Prof. Ir. Yohannes Sardjono menyebutkan terdapat program Degree by Research (DbR) bagi mahasiswa yang didanai oleh BRIN.
“Saya selaku tenaga periset, penelitian ahli utama, oleh BRIN diberi tugas untuk membina hubungan antar universitas atau industri untuk melakukan kerja sama, mengaplikasikan hasil riset di BRIN. Bagi para mahasiswa, ada program DbR yaitu Degree by Research, dibiayai BRIN. Semoga USU bisa melakukan beberapa kerjasama untuk ke depannya, kami percaya USU mampu,” jelas Prof. Ir. Yohannes Sardjono.