Residen Obgyn FK USU Ditempatkan di RSUD dr M Thomsen, Perkuat Layanan Kesehatan di Nias

Residen Obgyn FK USU Ditempatkan di RSUD dr M Thomsen, Perkuat Layanan Kesehatan di Nias
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Kamis, 05 Maret 2026

“Kami sangat senang dapat membantu terutama untuk penempatan residen di rumah sakit-rumah sakit jejaring. Karena sebetulnya ini bagian daripada pendidikan. Para residen kami perlu mendapatkan paparan dan pengalaman langsung bagaimana kondisi sebenarnya yang ada di masyarakat. Bagaimana masyarakat membutuhkan akses kesehatan, terutama untuk dokter-dokter spesialis dalam penanganan kasus-kasus yang membutuhkan penanganan lebih spesialistik lagi,” kata dr Inke.
GUNUNGSITOLI-HUMAS USU: Fakultas Kedokteran USU melalui Wakil Dekan III dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, PGDip PID FAAET, M.Ked(Ped), Sp.A, Ph.D, melakukan serah terima 1 orang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgyn) atas nama dr. Trinidia Lubis, M.Ked(OG) kepada Direktur RSUD dr M Thomsen Gunungsitoli Nias, dr Noferlina Zebua, MKM, bertempat di aula rumah sakit tersebut, Selasa (3/3/2026). Dokter Trinidia akan bertugas selama 3 bulan sebagai tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara RSUD dr M Thomsen Gunungsitoli Nias Nias dengan Fakultas Kedokteran USU.
Direktur RSUD dr M Thomsen Nias, dr Noferlina Zebua, MKM, menegaskan bahwa penugasan residen PPDS Fakultas Kedokteran USU bertujuan untuk membantu memperkuat mutu pelayanan, khususnya di bidang obsterti dan ginekologi. Kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan diperluas lagi pada bidang/keahlian lainnya secara bertahap demi meningkatkan kompetensi layanan rumah sakit yang memenuhi standar dan ketentuan yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami senang karena FK USU telah memberikan perhatian atas permohonan kami untuk penempatan dokter residen obgin di RSUD. Untuk itu kami menyambut baik dan melaksanakan seluruh kewajiban kami untuk kelangsungan kerja sama ke depannya. Semua persyaratan dan fasilitas untuk dokter residen sudah diupayakan semaksimal mungkin. Semoga dokter Tri dapat merasa nyaman di sini. Kami tidak mau kalau hanya sampai di sini saja kerja sama ini. Kalau bisa, ke depannya nanti tidak hanya obgin, tetapi juga meminta kesempatan untuk bekerja sama dengan spesialisasi lainnya. Selanjutnya dapat kami sampaikan, bahwa kami terbuka jika ada hal-hal yang bisa dijadikan sebagai masukan dan perlu dikembangkan,” papar dr Noferlina.
Walaupun RSUD Thomsen ini sudah menjadi sulung bagi rumah sakit yang ada di Pulau Nias, imbuhnya, tapi dengan adanya regulasi dan sejumlah perubahan aturan, serta sistem baru dari Kemenkes, banyak hal yang harus dibenahi dan sesuaikan. RSUD dr M Thomsen saat ini sudah memiliki 2 dokter obgin.
Pada bagian selanjutnya, Wakil Dekan III FK USU dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ke RSUD dr M Thomsen adalah untuk kedua kalinya, diawali kunjungan pertama Agustus 2025 untuk penandatanganan kerja sama di bidang obgin.
“Kami sangat senang dapat membantu terutama untuk penempatan residen di rumah sakit-rumah sakit jejaring. Karena sebetulnya ini bagian daripada pendidikan. Para residen kami perlu mendapatkan paparan dan pengalaman langsung bagaimana kondisi sebenarnya yang ada di masyarakat. Bagaimana masyarakat membutuhkan akses kesehatan, terutama untuk dokter-dokter spesialis dalam penanganan kasus-kasus yang membutuhkan penanganan lebih spesialistik lagi,” kata dr Inke.
Selain di RSUD dr M Thomsen, FK USU juga telah menempatkan 4 residen lain di RSUD Tafaeri Lotu. Wsakil Dekan III FK USU menilai kondisi yang dihadapi para residen dari dua RSUD tersebut sangat berbeda, sehingga persiapan yang dilakukan oleh PPDS-nya juga jauh berbeda.
“Di RSUD Thomsen residen kami akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan kasus yang lebih beragam. Mengingat saat ini RSUD Thomsen menjadi rujukan dari seluruh Nias. Jadi nanti akan mendapatkan banyak pengalaman beragam kasus dan bekerja sama dengan sejawat obgin lainnya. Kami harapkan pengalaman ini sangat bermanfaat untuk dokter residen yang ditempatkan dan kami meminta mereka untuk dapat berkontribusi dalam program pengabdian masyarakat. Tentu saja pengabdian masyarakat yang dilakukan tidak dalam skala besar, tetapi dengan memberikan pelatihan, bahkan jika perlu turun ke puskesmas, membantu bidan-bidan di rumah sakit, khususnya untuk update ilmu yang bisa diberikan. Minimal satu kali dalam sebulan untuk capacity building,” papar dr Inke lebih jauh.
Disebutkannya, kedua institusi akan saling menguntungkan dalam penempatan residen ini. FK USU berkeinginan untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang siap terjun langsung ke lapangan dengan bekal pengalaman mumpuni. Terlebih dari Nias dengan segala keterbatasan dan kasus yang beragam, tentunya akan memberikan pengalaman yang semakin banyak.
Turut hadir dari FK USU, Staf Ahli Dekan Dr rer medic., dr M Ichwan, M.Sc, Sp.KKLP, Subsp.FOMC. dan Sekretaris Program Studi Obstetri dan Ginekologi dr Iman Helmi Effendi, M.Ked(OG), Sp.OG(K). Sementara dari RSUD Thomsen Kepala Tata Usaha Rini K Nduru, SKM, Kabid Pelayanan dr Yudika Dian K Gulo), Kabid Keuangan dan Perencanaan Ersan K Harefa, SE, Kasubag SDMP3 Emerensiana Daely, Amd.Keb) dan Kasubag Akreditasi Humas, Hukum dan Kemitraan (Benhard Doloksaribu, A.M.A.K, S.Si.(RJ)