A11Y

HOME

MENU

CARI

Seminar Internasional FIB USU Bahas Peran Aceh dalam Historiografi Indonesia

Diterbitkan Pada27 Juli 2026
Diterbitkan OlehBambang Riyanto, S.S., M. Si
Seminar Internasional FIB USU Bahas Peran Aceh dalam Historiografi Indonesia
Copy Link
IconIconIcon

Seminar Internasional FIB USU Bahas Peran Aceh dalam Historiografi Indonesia

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto, S.S., M. Si

Diterbitkan pada

Senin, 27 Juli 2026

Logo
Download

“Melalui seminar ini, saya berharap kerja sama antara Universitas Sumatera Utara dan mitra internasional tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan berbagai inisiatif akademik lainnya yang bermanfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.

HUMAS USU - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC-IIUM) menggelar Seminar Internasional secara daring melalui Zoom pada Rabu, (27/7/2026). Kegiatan ini membahas pentingnya peran Sumatera Utara dan Aceh dalam historiografi Indonesia.

Seminar dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya internasionalisasi kampus melalui kolaborasi global antara universitas, institusi riset, dan industri.

“Melalui seminar ini, saya berharap kerja sama antara Universitas Sumatera Utara dan mitra internasional tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan berbagai inisiatif akademik lainnya yang bermanfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D, juga menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat memperkaya perspektif keilmuan, khususnya terkait peran Sumatera Utara dan Aceh dalam penulisan sejarah Indonesia.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan serta memperkaya pemahaman kita tentang pentingnya Sumatera Utara dan Aceh dalam historiografi Indonesia," sampainya.

Salah satu pembicara, Prof. Lee Kam Hing dari New Era University College, Selangor, Malaysia, memaparkan materi tentang sentralitas Aceh dalam historiografi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa posisi Aceh tidak hanya penting karena keunikannya, tetapi juga karena peran historisnya dalam berbagai periode penting, mulai dari masa kesultanan hingga era kolonial dan revolusi.

“Posisi Aceh dalam historiografi Indonesia menjadi sentral karena keterkaitannya dengan berbagai peristiwa penting, termasuk sebagai kesultanan kuat, lokasi perang kolonial, dan bagian dari dinamika pembentukan identitas nasional,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Lee juga menyoroti hubungan Aceh dengan jaringan perdagangan internasional, khususnya dengan wilayah seperti Penang, India, dan Timur Tengah, yang turut membentuk dinamika politik dan ekonomi Aceh pada masa lalu.

“Hubungan Aceh dengan wilayah seperti Penang, India, dan Timur Tengah menunjukkan peran pentingnya dalam jaringan perdagangan internasional yang turut membentuk dinamika politik dan ekonomi pada masa itu,” tambahnya.

Diharapkan terbangun diskusi akademik yang lebih luas serta kolaborasi internasional yang berkelanjutan dalam mengkaji sejarah Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin