A11Y

HOME

MENU

CARI

Perkuat Riset dan SDGs, Ketua LPPM USU Ikuti 4th KOICA-ICAB di Korea Selatan

Diterbitkan Pada25 Mei 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Perkuat Riset dan SDGs, Ketua LPPM USU Ikuti 4th KOICA-ICAB di Korea Selatan
Copy Link
IconIconIcon

Perkuat Riset dan SDGs, Ketua LPPM USU Ikuti 4th KOICA-ICAB di Korea Selatan

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Senin, 25 Mei 2026

Logo
Download

Program internasional itu diselenggarakan oleh KOICA-ICAB bekerja sama dengan Seoul National University (SNU) dan sejumlah institusi riset unggulan di Korea Selatan. Fokus utama kegiatan meliputi penguatan kapasitas di bidang green bio science and technology, ketahanan pangan, inovasi pertanian, lingkungan, kehutanan, serta pengembangan kolaborasi internasional.

Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU sekaligus dosen Fakultas Kehutanan, Dr. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., dalam 4th KOICA-ICAB Short-term Training Program in Korea yang berlangsung pada 10–21 Mei 2026 di Korea Selatan.

Partisipasi tersebut menjadi bagian dari transformasi global USU dalam semangat “The Era of Ultimate Excellence”, slogan dan komitmen transformasi Universitas Sumatera Utara periode 2026–2031 yang dicetuskan Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. Melalui semangat itu, USU terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, internasionalisasi, serta penguatan jejaring global guna mendukung pencapaian universitas unggul di tingkat internasional.

Program internasional itu diselenggarakan oleh KOICA-ICAB bekerja sama dengan Seoul National University (SNU) dan sejumlah institusi riset unggulan di Korea Selatan. Fokus utama kegiatan meliputi penguatan kapasitas di bidang green bio science and technology, ketahanan pangan, inovasi pertanian, lingkungan, kehutanan, serta pengembangan kolaborasi internasional.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik, mulai dari pelatihan, diskusi ilmiah, kunjungan laboratorium, hingga pertukaran pengalaman dengan sejumlah institusi terkemuka di Korea Selatan, antara lain Seoul National University (SNU), Institutes of Green-bio Science & Technology (GBST), National Instrumentation Center for Environmental Management (NICEM), Gyeonggi Agri-Fisheries Institute (GAFI), Daejeon Technopark, Korea Research Institute of Standards and Science (KRISS), Korea Basic Science Institute (KBSI), Jeio Tech, Rural Development Administration (RDA), Korea Food Industry Cluster Agency (FOODPOLIS), dan Sejong National Arboretum.
Kegiatan tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademik dan penelitian, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, lingkungan, teknologi hayati, dan pembangunan berkelanjutan.

Partisipasi USU dalam program ini juga dinilai relevan dengan sejumlah tujuan SDGs. Pada SDG 1 (No Poverty), pengembangan kapasitas di bidang pertanian hijau dan teknologi hayati diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi berbasis sumber daya alam dan penguatan ekonomi berkelanjutan.

Pada SDG 2 (Zero Hunger), pelatihan terkait ketahanan pangan, teknologi pertanian, dan pengelolaan sumber daya hayati menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pangan yang berkelanjutan dan produktif. Sementara itu, SDG 3 (Good Health and Well-being) diwujudkan melalui kunjungan ke institusi bioteknologi dan riset lingkungan yang memberikan wawasan terkait pengembangan teknologi kesehatan, keamanan pangan, dan lingkungan sehat bagi masyarakat.
Program ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui transfer pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, dan pengembangan jejaring internasional di bidang pendidikan dan penelitian. Selain itu, kolaborasi antara USU, KOICA, IPB University, Seoul National University, dan berbagai institusi Korea Selatan turut mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Selain kegiatan akademik dan penelitian, peserta juga mengikuti kunjungan budaya ke sejumlah lokasi penting di Korea Selatan, termasuk Seoul dan Jeonju Hanok Village, guna memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus mempererat hubungan internasional antarnegara.

Melalui keterlibatan aktif dalam program internasional tersebut, USU terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global, inovatif, dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat nasional maupun internasional.

Partisipasi dalam 4th KOICA-ICAB Short-term Training Program sekaligus menegaskan komitmen USU dalam memperkuat transformasi menuju universitas unggul berkelas dunia. Sejalan dengan semangat “The Era of Ultimate Excellence”, USU terus mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin