A11Y

HOME

MENU

CARI

MSP USU dan Regal Springs Indonesia Teliti Habitat Ikan Pora-pora, Dukung Pengelolaan Berkelanjutan di Kawasan Danau Toba

Diterbitkan Pada01 September 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
MSP USU dan Regal Springs Indonesia Teliti Habitat Ikan Pora-pora, Dukung Pengelolaan Berkelanjutan di Kawasan Danau Toba
Copy Link
IconIconIcon

MSP USU dan Regal Springs Indonesia Teliti Habitat Ikan Pora-pora, Dukung Pengelolaan Berkelanjutan di Kawasan Danau Toba

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Selasa, 01 September 2026

Logo
Download

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), bekerja sama dengan Regal Springs Indonesia, melaksanakan penelitian mengenai ikan pora-pora (Mystacoleucus padangensis) di Sungai Pangaloan Ail dan Sungai Sibaruang, kawasan tangkapan air Danau Toba. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya membangun dasar ilmiah bagi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan pora-pora secara berkelanjutan.
Kegiatan penelitian difokuskan pada pengkajian karakteristik habitat, kualitas perairan, kondisi ekologis sungai, serta keberadaan dan distribusi ikan pora-pora. Tim peneliti juga mengamati faktor-faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kelangsungan hidup, pergerakan, pertumbuhan, dan proses reproduksi ikan tersebut.
Ikan pora-pora merupakan salah satu sumber daya perikanan penting di Danau Toba. Selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dan nelayan setempat, ikan ini juga menjadi bagian dari dinamika ekosistem perairan Danau Toba. Meskipun bukan spesies asli Danau Toba, ikan pora-pora telah berkembang menjadi komoditas perikanan tangkap yang bernilai dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat di sekitar danau.


Ketua tim peneliti, Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa sungai-sungai yang bermuara ke Danau Toba memiliki peranan penting dalam mendukung siklus hidup ikan pora-pora.
“Penelitian ini diarahkan untuk memperoleh informasi ilmiah mengenai fungsi Sungai Pangaloan Ail dan Sungai Sibaruang sebagai habitat ikan pora-pora. Data mengenai kualitas air, karakteristik substrat, kedalaman, kecepatan arus, tutupan vegetasi riparian, serta keberadaan ikan akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan yang lebih tepat dan berkelanjutan,” jelas Ahmad Muhtadi.
Menurutnya, pengelolaan ikan pora-pora tidak cukup hanya dilakukan di wilayah perairan danau. Perlindungan sungai, sempadan sungai, dan daerah tangkapan air juga perlu menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan karena terdapat keterkaitan ekologis antara ekosistem sungai dan Danau Toba.

Pengumpulan Data Ekologi secara Terpadu
Dalam kegiatan lapangan, tim MSP USU melakukan pengukuran sejumlah parameter lingkungan perairan, antara lain suhu, pH, oksigen terlarut, kecerahan, kedalaman, dan kecepatan arus. Pengamatan juga mencakup kondisi substrat dasar, vegetasi riparian, aktivitas masyarakat di sekitar sungai, serta berbagai tekanan lingkungan yang dapat memengaruhi kondisi habitat ikan.
Selain pengukuran kualitas perairan, tim melakukan pengamatan terhadap keberadaan ikan pora-pora untuk memperoleh informasi mengenai distribusi, ukuran, kondisi biologis, dan pemanfaatan habitat. Informasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi bagian sungai yang berpotensi berfungsi sebagai daerah pemijahan, pengasuhan, perlindungan, maupun jalur pergerakan ikan.
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan basis data awal mengenai kondisi populasi dan habitat ikan pora-pora. Hasilnya akan digunakan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan, seperti perlindungan habitat penting, rehabilitasi sempadan sungai, pengendalian pencemaran, pengaturan pemanfaatan sumber daya ikan, serta penguatan kegiatan pemantauan berbasis masyarakat. Penelitian ini akan berlangsung selama 6 bulan dari Agustus 2026 hingga Januari 2027 yang meliputi bagian hulu hingga hilir sungai serta pada bagian danau.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha
Kerja sama antara Fakultas Pertanian USU dan Regal Springs Indonesia menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara bertanggung jawab. Fakultas Pertanian USU berperan dalam penyediaan kajian ilmiah, pengumpulan dan analisis data, serta perumusan rekomendasi pengelolaan. Sementara itu, Regal Springs Indonesia memberikan dukungan terhadap pelaksanaan penelitian dan penguatan program keberlanjutan ekosistem Danau Toba.
Kolaborasi ini juga menjadi sarana penerapan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan lapangan memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa MSP USU untuk menerapkan ilmu pengelolaan sumber daya perairan secara langsung sekaligus berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan di kawasan Danau Toba.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, pengelola kawasan, pelaku usaha, kelompok nelayan, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan pengelolaan ikan pora-pora yang berbasis data ilmiah. Pelibatan masyarakat menjadi unsur penting karena keberhasilan pengelolaan sumber daya ikan sangat bergantung pada dukungan dan kepatuhan para pengguna sumber daya.


Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pelaksanaan penelitian ini berkontribusi terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
1.SDG 2 – Tanpa Kelaparan, melalui dukungan terhadap keberlanjutan sumber daya ikan sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat.
2.SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, penelitian lapangan, dan pengembangan kompetensi berbasis permasalahan nyata.
3.SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya dalam pemantauan kualitas air serta perlindungan ekosistem sungai dan danau.
4.SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dukungan terhadap keberlanjutan perikanan tangkap dan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba.
5.SDG 15 – Ekosistem Daratan, terutama perlindungan dan pemulihan ekosistem air tawar, daerah aliran sungai, dan vegetasi riparian.
6.SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya perairan.
Melalui penelitian ini, Fakultas Pertanian USU menegaskan komitmennya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kerja sama dengan Regal Springs Indonesia diharapkan dapat berkembang menjadi program penelitian dan pemantauan jangka panjang yang mendukung keberlanjutan ekosistem Danau Toba beserta sungai-sungai yang bermuara ke dalamnya.
Upaya pengelolaan ikan pora-pora berbasis ekosistem diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, mempertahankan mata pencaharian masyarakat, dan menjaga kesehatan ekosistem perairan Danau Toba bagi generasi mendatang.

Penulis:
Tim Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian USU
Dokumentasi: Tim Penelitian MSP USU–Regal Springs Indonesia

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin