A11Y

HOME

MENU

CARI

Kembali Menyusuri Luka di Tepian Sungai Tamiang

Diterbitkan Pada19 Desember 2025
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Kembali Menyusuri Luka di Tepian Sungai Tamiang
Copy Link
IconIconIcon

Kembali Menyusuri Luka di Tepian Sungai Tamiang

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Jumat, 19 Desember 2025

Logo
Download

ACEH TAMIANG – HUMAS: Untuk ketiga kalinya, langkah Pramuka Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menjejak tanah Aceh Tamiang. Bukan sekadar perjalanan, melainkan ikhtiar kemanusiaan yang terus berulang, menyusuri luka, menyapa harapan, dan mengantarkan kepedulian ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Sabtu pagi, 13 Desember 2025, dua armada kendaraan penuh muatan logistik melaju meninggalkan Medan. Di dalamnya, 12 personel Tim Siaga Bencana Pramuka USU membawa lebih dari 500 paket bantuan berupa sembako, makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, alas tikar, hingga peralatan rumah tangga. Gelombang III distribusi bantuan ini menjadi lanjutan dari dua misi sebelumnya yang telah dilakukan pada 5 dan 7 Desember 2025 lalu.

Sasaran kali ini difokuskan ke Desa Kota Lintang Bawah, Kuala Simpang, serta wilayah Kecamatan Seumadam. Desa Kota Lintang Bawah adalah salah satu kawasan paling parah terdampak banjir di Aceh Tamiang. Letaknya yang tepat di tepian Sungai Tamiang membuat amukan air datang tanpa ampun. Rumah-rumah warga runtuh, dinding roboh, dan yang tersisa hanyalah puing-puing bisu yang menyimpan kisah kehilangan.

Di tengah reruntuhan itu, kehadiran Pramuka USU disambut wajah-wajah lelah yang mencoba bertahan. Bantuan yang dibagikan bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga penguat batin—tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana.

Sementara itu, di Seumadam, tantangan berbeda menanti. Beberapa desa di wilayah ini belum sepenuhnya terjangkau bantuan. Tim Pramuka USU pun memilih strategi menyisir kawasan tersebut, mendistribusikan logistik di sepanjang jalur Medan–Banda Aceh. Setiap paket bantuan yang diserahkan menjadi titik terang kecil di tengah keterbatasan akses dan panjangnya daftar kebutuhan warga.

Seluruh logistik yang dibawa merupakan buah dari gotong royong lintas daerah dan komunitas. Donasi mengalir dari berbagai sumber, seperti; Kitabisa.com, Al-Fityan School Medan, Perguruan Ar-Rasyid, Pramuka dan Komunitas Pecinta Alam Gorontalo Utara, hingga masyarakat umum yang ikut menitipkan kepedulian mereka.

Bagi Pramuka USU, misi ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan wujud nyata dari Dasa Dharma Pramuka yang hidup dalam tindakan. Di tengah lumpur, reruntuhan, dan perjalanan panjang, mereka belajar bahwa pengabdian seringkali berarti kembali, lagi dan lagi menuju ke tempat yang sama, hingga luka itu perlahan menemukan jalannya untuk menutup sempurna. (RJ)

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin