A11Y

HOME

MENU

CARI

Fakultas Pertanian USU Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Lingkungan Desa Cempa Lewat Inovasi Budidaya Terpadu

Diterbitkan Pada06 April 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Fakultas Pertanian USU Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Lingkungan Desa Cempa Lewat Inovasi Budidaya Terpadu
Copy Link
IconIconIcon

Fakultas Pertanian USU Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Lingkungan Desa Cempa Lewat Inovasi Budidaya Terpadu

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Senin, 06 April 2026

Logo
Download

LANGKAT-HUMAS USU: Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Kali ini, dosen Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi dan lingkungan berbasis inovasi teknologi terpadu.

Kegiatan yang diketuai oleh Prof Dr Ir Elisa Julianti, M.Si, ini melibatkan tim multidisiplin dari bidang teknologi pangan (Adrian Hilman, STP, M.Sc), agroteknologi (Prof Dr Ir Yaya Hasanah, M.Si), manajemen sumberdaya perairan (Julia Syahriani Hasibuan, S.Pi, M.Si) dan peternakan (Mhd Adanan Purba, S.Pt, M.Sc, Ph.D). Program ini juga menggandeng 5 orang mahasiswa, terdiri dari 3 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan 2 orang dari program Studi Peternakan USU, serta 3 mahasiswa internasional dari program Bachelor of Halal Food Development Faculty of Bioresource & Food Industry Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

Program yang bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan Desa Cempa melalui Integrasi Budidaya Perikanan, Jamur Tiram, Peternakan Rakyat, dan Mitigasi Banjir Berbasis Partisipatif” ini didanai melalui skema Community Development (National/International) Program Equity USU Tahun 2025–2026.

Kelompok Tani Tumbuh Maju sebagai mitra kegiatan memiliki potensi usaha yang cukup beragam, mulai dari budidaya ikan air tawar, sayuran, jamur tiram, hingga peternakan puyuh, kambing, dan sapi. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan sarana produksi, rendahnya produktivitas, serta tingginya angka kematian ikan akibat sistem budidaya yang masih tradisional. Di sisi lain, kondisi geografis Desa Cempa yang rawan banjir tahunan juga menjadi faktor penghambat utama kegiatan produksi. Banjir yang dapat berlangsung hingga dua bulan telah menyebabkan kerusakan lahan dan penurunan hasil usaha masyarakat secara signifikan.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, tim USU menghadirkan solusi melalui pemberian atau hibah peralatan Teknologi Tepat Guna, pelatihan berbasis praktik langsung (learning by doing), serta evaluasi keberhasilan dan keberlanjutan program. Peralatan teknologi tepat guna yang dihibahkan meliputi kumbung jamur tiram beserta bibit jamur tiram, peralatan pembuatan pakan ternak berupa 1 unit mesin chopper dan 1 unit mesin pembuat pellet, 3 unit kolam ikan biofolk dengan kapasitas 3000 ekor ikan dilengkapi dengan sistem aerator dan pompa air, peralatan pengolahan produk pangan berbasis ikan dan daging yaitu food processor dan mixer.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup budidaya jamur tiram berbasis baglog, pembuatan pakan ternak dengan metode fermentasi (silase dan Total Mixed Ration), pembibitan dan budidaya ikan air tawar menggunakan kolam biofolk, pengolahan produk hasil ternak berupa bakso dan nuget jamur tiram, bakso dan kerupuk ikan, dan pengolahan telur puyuh asin. Selain itu juga dilakukan pelatihan manajemen usaha, hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.

Prof Elisa Julianti menegaskan, bahwa program yang dilakukan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan intensif untuk memastikan teknologi yang diberikan dapat diterapkan secara optimal. Mahasiswa turut berperan sebagai pendamping teknis dalam monitoring dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan kapasitas mitra, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, produktivitas, maupun pendapatan sebelum dan sesudah program.

“Melalui program ini, masyarakat Desa Cempa diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan terhadap risiko lingkungan. Keberlanjutan program dijaga melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, pembentukan kader pelatih lokal, integrasi dengan program desa, serta rencana pengembangan ke kelompok masyarakat lainnya. Program ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan,” pungkasnya. (RJ)

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin