A11Y

HOME

MENU

CARI

Fakultas Farmasi Adakan Webinar Top Scientist

Diterbitkan Pada17 April 2026
Diterbitkan OlehBambang Riyanto, S.S., M. Si
Fakultas Farmasi Adakan Webinar Top Scientist
Copy Link
IconIconIcon

Fakultas Farmasi Adakan Webinar Top Scientist

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto, S.S., M. Si

Diterbitkan pada

Jumat, 17 April 2026

Logo
Download

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan, Konsep The Era of Ultimate Excellence menjadi arah pengembangan universitas. "Seluruh sivitas akademika dituntut untuk menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” sampainya.

HUMAS USU - Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Webinar Top Scientist pada Jumat (17/04/2026) yang bertempat di Ruang Aula Lantai 2 Fakultas Farmasi USU.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber internasional, yaitu Assoc. Prof. Dr. Satirah Zainalabidin dari Programme of Biomedical Science, Centre of Toxicology and Health Risk Study (CORE), Faculty of Health Sciences serta Assoc. Prof. Dr. Jalifah binti Latip dari Department of Chemical Sciences, Faculty of Science & Technology, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan, Konsep The Era of Ultimate Excellence menjadi arah pengembangan universitas. "Seluruh sivitas akademika dituntut untuk menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” sampainya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof. Apt. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., mengatakan, kehadiran para narasumber tidak hanya mempererat hubungan akademik antar institusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang riset, inovasi, dan pendidikan.

“Kami mendorong seluruh peserta, khususnya mahasiswa dan peneliti, untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, serta memanfaatkan forum ilmiah ini sebagai sarana memperluas wawasan dan melahirkan ide-ide inovatif yang berdampak bagi pengembangan penelitian ke depan,” ujarnya.

Dalam wawancaranya, Assoc. Prof. Dr. Jalifah binti Latip menjelaskan, Tantangan terbesar dalam sektor farmasi saat ini meliputi meningkatnya resistensi bakteri serta tingginya biaya manufaktur obat.

"Pemahaman yang mendalam terhadap struktur kimia dan komponen aktif suatu obat menjadi kunci penting dalam menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan efektivitas dalam proses pengembangan obat," katanya.

Webinar berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset internasional serta mendorong lahirnya inovasi di bidang farmasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin