Pengabdian Masyarakat

Tim LPM USU Memberi Bantuan Mesin Press untuk Pengusaha Jahe Merah Instan

Tim LPM USU Memberi Bantuan Mesin Press untuk Pengusaha Jahe Merah Instan
  • Kontributor
    Renny Julia Harahap
    Humas
  • Fotografer
    Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
    Universitas Sumatera Utara
  • Pelaksana
    Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
    Universitas Sumatera Utara
  • Tanggal Publikasi
    September. 26, 2021
  • Bagikan Artikel
      

MEDAN – HUMAS USU : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) melalui program pengabdian kepada masyarakat Non PNBP Tahun 2021 Skim Dosen Muda melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Kwala Bekala pada mitra pengabdian yang merintis usaha jahe merah instan dari Juli hingga September 2021

Mengusung tema pemanfaatan teknologi mesin pengekstrak jahe merah pada produksi bubuk instan jahe merah di Kelurahan Kwala Bekala, pengabdian diketuai Karina Nola Sinamo, S.TP., M.Si, dan beranggotakan Dr Nauas Domu Marihot Romauli, STP, M.Eng, Ir Terip Karo-karo, MS, dan Ir Sentosa Ginting, MP, yang merupakan dosen di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 

Mitra pengabdian usaha jahe merah instan Ma’ Jo yang terletak di Jalan Pintu Air IV Gang Pasar 8 Ujung, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, memulai usaha minuman jahe merah instan pada saat awal pandemi Covid-19. Ia mengetahui manfaat jahe merah dalam meningkatkan daya imun tubuh untuk mencegah terinfeksi virus Corona. Oleh karena itu, mitra berharap usaha bubuk instan jahe merah tersebut memiliki peluang yang besar.

Akan tetapi, saat kunjungan tim ke usaha jahe merah instan Ma’ Jo yang terletak di Jalan Pintu Air IV Gang Pasar 8 Ujung, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, diketahui mitra masih menggunakan peralatan sederhana dalam pembuatan jahe merah instan yaitu dalam proses penghalusan dan penyaringan. Proses penghalusan jahe merah dan rempah lainnya dilakukan dengan menggunakan blender. Penyaringan bubur hasil penghalusan tersebut dengan memeras secara manual (dengan tangan) menggunakan kain sehingga proses pembuatan jahe merah instan membutuhkan waktu yang lama. Permasalahan ini menghalangi keinginan mitra untuk memenuhi permintaan pasar akan minuman jahe merah instan dan mengembangkan usahanya menjadi IRT (Industri Rumah Tangga).

Karina Nola Sinamo, STP, M Si menyebutkan, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pengabdian dan mitra telah mengadakan diskusi baik secara daring maupun luring untuk menemukan solusi dari permasalahan mitra tersebut. Dari hasil diskusi, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kunjungan langsung bersama para mahasiswa program studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan telah mencoba beberapa peralatan mesin di bengkel Ir Terip Karo-karo, MS dan lokasi mitra. Akhirnya didapat satu peralatan mesin pengekstrak jahe merah yang menjawab permasalahan mitra tersebut dalam proses pengekstraksian jahe merah dan rempah lainnya yang digunakan dalam pembuatan jahe merah instan. 

Tim melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan mesin press jahe kepada mitra pengabdian, bertujuan membantu proses penghalusan dan penyaringan jahe merah serta rempah lainnya atau yang disebut proses ekstraksi. Proses pengekstraksian jahe merah dan rempah lainnya dengan menggunakan mesin press jahe ini tidak membutuhkan waktu yang lama seperti bila dilakukan secara manual. Selain itu, mesin press jahe dapat menghaluskan jahe merah dan rempah lainnya tanpa dipotong atau diiris terlebih dahulu serta mengekstraksinya sampai ampas yang dihasilkan kering. Mesin press jahe bekerja lebih efektif dan efisien dalam proses ekstraksi dan hasilnya jauh lebih banyak daripada dilakukan manual.. Dengan memberikan mesin press jahe merah diharapkan dapat memudahkan mitra dalam memproduksi jahe merah instan dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Tim pengabdian juga melakukan pelatihan berupa praktik langsung menggunakan mesin press jahe di lokasi usaha mitra. Pelatihan praktik penggunaan peralatan mesin press jahe bertujuan untuk memberikan penjelasan prinsip dan cara penggunaannya. Tim pengabdian mengajarkan secara langsung cara menggunakan mesin press jahe kepada mitra dengan menggunakan jahe merah dan rempah lainnya sebagai bahan baku. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan praktik proses sanitasi peralatan mesin press jahe. Dalam kegiatan tersebut, mitra sangat antusias dan berpartisipasi secara langsung mempratikkan peralatan mesin press jahe. Mereka memahami dan tidak mengalami kesulitan dalam penggunaan mesin press jahe. 

Pemilik usaha jahe merah instan “Dapur Ma’ Jo”, Frans Saud Simamora, selaku mitra pengabdian kepada masyarakat mengatakan, ia merasa terbantu dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan dan mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) atas bantuan mesin press jahe dan pelatihan penggunaan mesin press jahe. Ia berharap, semoga LPM USU semakin sukses dan usaha jahe merah instan mitra pengabdian semakin lancar dan berkembang berkat bantuan LPM USU. (RJ)


Lainnya

Loading...Loading...Loading...Loading...