A11Y

HOME

MENU

CARI

Inovasi Sabun Cuci Tangan Gel yang Diekstrak dari Daun Acem-Acem

Diterbitkan Pada02 Februari 2023
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
Inovasi Sabun Cuci Tangan Gel yang Diekstrak dari Daun Acem-Acem
Copy Link
IconIconIcon

Inovasi Sabun Cuci Tangan Gel yang Diekstrak dari Daun Acem-Acem

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Kamis, 02 Februari 2023

Logo
Download

Start-up HI Cloud Viral yang diprakarsai oleh Dr. Eka Lestari Mahyuni, SKM, M.Kes, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, akan memproduksi sabun cuci tangan yang mengandung ekstrak daun acem-acem yang dapat menghilangkan paparan bahan kimia.

Start-up HI Cloud Viral yang diprakarsai oleh Dr. Eka Lestari Mahyuni, SKM, M.Kes, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, akan memproduksi sabun cuci tangan yang mengandung ekstrak daun acem-acem yang dapat menghilangkan paparan bahan kimia.

 

PT HI Cloud Inovasi Natural, yang juga dikenal sebagai start-up HI Cloud Viral, telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas peluang bisnis dari produk inovatif yang dihasilkan, yaitu sabun cuci tangan berbentuk gel dengan ekstrak daun acem-acem (Oxalis dehradunensis Raizada) yang diberi nama Clodesis. Diskusi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari lima kota/kabupaten, termasuk Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo, Kabupaten Deli Serdang, serta BPOM, dosen, dan mahasiswa.

 

Instansi yang hadir dalam diskusi ini adalah Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta UMKM Kota Medan. Produk yang ditawarkan telah diteliti sejak tahun 2018 dan masih berlanjut hingga sekarang. Saat ini, start-up HI Cloud Viral yang dipelopori oleh Dr. Eka Lestari Mahyuni, SKM., M.Kes, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, akan memproduksi sabun cuci tangan berbahan ekstrak daun acem-acem yang dapat membersihkan paparan bahan kimia. Potensi daun acem-acem yang telah dieksplorasi, diteliti, dan dikaji oleh Dr. Eka Lestari Mahyuni, SKM, M.Kes menarik perhatian PT Stara Bintang Surya untuk bekerja sama dalam produksi sabun gel ekstrak daun acem-acem dengan merek Clodesis, yang terbentuk dari program Matching Fund. Program ini mempertemukan insan perguruan tinggi dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui platform Kedaireka pada tahun 2022.

 

Penelitian ini dimulai pada tahun 2016 ketika Dr. Eka Lestari Mahyuni, SKM, M.Kes tertarik dengan kebiasaan mencuci tangan para petani Karo. Penelitian ini juga dilakukan untuk memberdayakan petani dalam mengurangi paparan pestisida. Dr. Eka menjelaskan bahwa bahan alami yang digunakan dalam produk ini berasal dari Tanah Karo.

 

"Daun acem-acem yang biasa digunakan petani Karo untuk mencuci tangan setelah menyemprot pestisida atau melakukan aktivitas pertanian lainnya menginspirasi saya untuk meneliti lebih lanjut kandungan daun ini. Hasil uji fitokimia di laboratorium menunjukkan bahwa daun ini memiliki kandungan saponin yang sangat tinggi, yang terlihat dari busa alami yang dihasilkan saat digunakan oleh petani. Kandungan saponin ini dimanfaatkan sebagai sabun cuci tangan karena air dan sabun umumnya tidak tersedia di lahan pertanian. Namun, paparan bahan kimia mengharuskan petani untuk meningkatkan kebersihan diri guna menghindari risiko keracunan akibat paparan bahan kimia seperti pestisida, pupuk kimia, dan sebagainya. Oleh karena itu, daun ini diekstraksi dan dijadikan produk sabun cuci tangan berbentuk gel agar dapat dikemas dalam wadah yang sederhana, mudah dibawa, serta membantu meningkatkan kebersihan pribadi masyarakat melalui program 'Cuci Tangan Pakai Acem-acem' (CTPAc)," kata Dr. Eka.

 

FGD ini diselenggarakan di Ruang Senat, Lantai 3, Biro Pusat Administrasi USU, dengan menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan, H Dammikrot Harahap, SSos, M.Si, sebagai narasumber. Ia mengimbau kepada start-up HI Cloud Viral yang baru merintis sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperhatikan ketersediaan produk, kualitas, legalitas, dan kemasan serta memperkenalkan produk ke pasar online dan offline yang tersebar luas di Medan. Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Perdagangan telah membuka program pelatihan UMKM dan siap membantu serta mendukung start-up atau UMKM yang telah ada.

 

Kepala Dinas Perdagangan juga mengingatkan bahwa pemasaran adalah aspek penting yang perlu diperhatikan, tidak peduli seberapa baik produk yang dibuat. Ini sering menjadi kelemahan dari setiap UMKM. Selain itu, ketersediaan barang harus selalu terjaga, terutama terkait dengan bahan baku yang digunakan sebagai ekstrak dalam sabun gel ini. Selain itu, legalitas produk juga perlu diurus karena semakin banyak legalitas yang dimiliki, semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan oleh start-up HI Cloud Viral.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang, Tengku Zaki, juga hadir dan menunjukkan ketertarikannya terhadap daun acem-acem sebagai bahan utama produk Clodesis. Tengku Zaki berharap pengembangan produk ini dapat dilakukan di Kabupaten Deli Serdang karena di wilayah Pancur Batu hingga Kutalimbaru juga dapat ditemukan jenis daun yang sama, meskipun tidak sebanyak di Kabupaten Karo. Menurutnya, perlu ada kerja sama dengan start-up HI Cloud Viral untuk melakukan sosialisasi kepada petani di Deli Serdang serta memasarkan produk Clodesis.

 

Diskusi dalam FGD juga menyoroti izin distribusi produk, yang dikomentari dan diklarifikasi oleh perwakilan BPOM, Tengku Awaluddin. Ia menyampaikan antusiasme dan apresiasinya terhadap start-up HI Cloud Viral yang telah melangkah lebih jauh dibandingkan UMKM lainnya karena telah bekerja sama dengan PT Stara Bintang Surya sebagai produsen Clodesis. Inovasi yang ditawarkan dalam Clodesis juga relatif baru dan belum termasuk dalam daftar standarisasi BPOM, sehingga proses pendaftarannya dapat langsung diajukan ke BPOM Pusat. Tentunya, ada persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk uji khasiat daun acem-acem agar izin distribusi Clodesis dapat diterbitkan.

 

Langkah besar ini diharapkan dapat berjalan lebih baik. BPOM mendukung proses registrasi dan sertifikasi yang sedang diurus oleh start-up HI Cloud Viral karena masih memerlukan kajian dari Direktorat Standardisasi yang saat ini sedang dalam proses. Tengku Awaluddin menambahkan bahwa pengembangan lebih lanjut dari manfaat daun acem-acem juga dapat diterapkan pada produk lain, seperti sabun pembersih pestisida pada buah dan sayuran.

 

"Bahan yang digunakan sangat baik dan relatif baru, sehingga proses pendaftarannya memerlukan standarisasi yang dilakukan langsung oleh BPOM Pusat karena daun ini belum masuk dalam daftar bahan kosmetik yang distandarisasi. Namun, saya tertarik dengan kemampuan daun ini dalam menghilangkan pestisida dan dapat dikembangkan menjadi sabun pencuci buah dan sayuran. Ini bisa lebih menarik karena belum pernah ada sabun yang dapat mengurangi paparan bahan kimia pada buah dan sayuran. Tentu saja, perlu dilakukan studi lebih lanjut di masa depan, terutama mengenai keamanan ekstrak yang digunakan," ujar Tengku Awaluddin.

 

FGD ini menciptakan peluang dan tantangan bagi start-up HI Cloud Viral. Program-program yang dikembangkan sangat baik, sehingga empat kota/kabupaten di Sumatera Utara yang diundang dalam kesempatan ini dapat mengenali potensi lokal untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai. Selain meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, inovasi ini juga dapat mendukung program kesehatan masyarakat sesuai dengan tagline baru dari start-up HI Cloud Viral yang memanfaatkan bahan-bahan alami.

Artikel
Artikel Penelitian
Kegiatan Universitas
Kegiatan Penelitian

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin