FEB USU PKM Budi Daya Lele Akuaponik di Medan Belawan

Diterbitkan PadaKamis, 10 Februari 2022
Diterbitkan OlehDavid Kevin Handel Hutabarat
Thumbnail
WhatsappTwitterFacebook

"Kecamatan Medan Belawan merupakan salah satu wilayah di Kota Medan yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian utaranya. Perbatasan ini membuat aktivitas kelautan menjadi sangat banyak ditemukan di wilayah tersebut. PT Pelabuhan Indonesia Regional Head I terletak di Kecamatan Medan Belawan yang berkontribusi dalam berbagai aktivitas perekonomian serta penyerapan tenaga kerja. Banyak masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan yang mengambil hasil tangkapan laut."

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak kuartal pertama tahun 2020 berdampak pada sektor perekonomian. Banyak perusahaan harus melakukan efisiensi sebagai akibat dari penurunan aktivitas perekonomian. Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi kerugian tersebut adalah dengan melakukan pengurangan karyawan. Kementerian Tenaga Kerja mencatat 17,8% perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19. Selain itu, 25,6% perusahaan merumahkan pekerjanya, dan 10% perusahaan melakukan keduanya. Kondisi ini selain merugikan perusahaan juga merugikan tenaga kerja. Mereka kehilangan pekerjaannya sehingga berimbas pada perekonomian keluarga.

Dalam kondisi perekonomian yang fluktuatif, berwirausaha menjadi alternatif yang menarik untuk dilakukan. Praktik berwirausaha tidak hanya memberikan potensi peningkatan perekonomian, namun juga menyerap tenaga kerja dan saling membantu masyarakat. Salah satu praktik berwirausaha yang menarik adalah dengan melakukan budi daya ternak lele menggunakan sistem akuaponik. Budi daya ini tidak memerlukan ruang yang luas dalam pelaksanaannya. Selain itu, sistem akuaponik menawarkan penambahan sinergi antara ternak lele dengan pertanian tanaman air, seperti kangkung. Pelaku budidaya dapat memperoleh tambahan penghasilan dengan menjual ikan lele ataupun sayuran air seperti kangkung.

Akuaponik sendiri merupakan sistem budi daya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) bersama dalam sebuah ekosistem yang resirkulasi/saling menguntungkan, dengan menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman yang memungkinkan ikan dan tanaman untuk tumbuh bersama. Adapun manfaat akuaponik adalah hemat air karena menggunakan 90 persen lebih sedikit air daripada budi daya tanaman berbasis tanah serta mampu menghasilkan sayuran, buah, dan ikan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun tujuan komersial yang menghasilkan keuntungan. Sayuran dan ikan yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan bebas dari bahan kimia atau residu pupuk anorganik, maupun pestisida kimia.

 

Akuaponik juga dapat menghemat lahan secara efisien karena tidak memerlukan banyak tempat sehingga sayuran dan ikan yang dibudidayakan dapat disatukan pada satu tempat atau lokasi. Akuaponik juga dapat ditempatkan dalam ruangan dan dengan menggunakan pencahayaan dalam ruangan, tanaman dapat tumbuh sepanjang tahun.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Regional Head 1 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Medan Belawan, sebagai perwujudan dan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Kegiatan pengembangan desa melalui sosialisasi dan pemberian bantuan budi daya ternak lele sistem akuaponik di kecamatan tersebut dikelola langsung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Paidi Hidayat, S.E., M.Si., selaku Ketua Tim Pelaksana sekaligus Wakil Dekan III FEB USU menyebutkan, pelaksanaan program pengabdian dilakukan oleh Tim Dekanat FEB USU bersama mahasiswa dan alumni FEB USU dengan tema yang diusung yakni “Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Akuaponik untuk Mendukung Penghasilan Masyarakat”. 

Paidi menyebutkan, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun perekonomian, baik secara individu maupun kewilayahan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat melalui sistem budi daya ternak lele dan menjadikannya sebagai alternatif pendapatan masyarakat. Selain itu diarahkan untuk membangun kelompok masyarakat yang mandiri dan berdaya saing secara ekonomi. Ternak lele merupakan usaha yang tidak memerlukan banyak tempat untuk pelaksanaannya dengan permintaan pasar yang cukup stabil. Sasaran dari program penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk budi daya ternak lele sistem akuaponik adalah kelompok masyarakat yang nonproduktif secara ekonomi, seperti perkumpulan ibu-ibu di Kecamatan Belawan, sehingga kelompok tersebut dapat menjadi kelompok yang produktif secara ekonomi.

 

Kegiatan pengabdian diawali dengan pelaksanaan sosialisasi dan pemberian bantuan pembibitan lele sistem akuaponik yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Belawan. Sejumlah kelompok masyarakat setempat turut menjadi peserta pada kegiatan tersebut.

“Belawan ini banyak sekali potensi lautnya. Tetapi kali ini pilihan pencaharian masyarakat akan lebih ditingkatkan melalui ternak lele sekaligus tanaman akuaponik,” ujar Camat Medan Belawan, Subhan Fajri Harahap. 

Dalam kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi teknik budi daya ternak lele oleh Adi Purba yang merupakan alumni USU. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Divisi dan Pelayanan Umum PT Pelindo Regional Head 1 Medan, Kasih Dwi Yanti, yang memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian acara kegiatan pengabdian tersebut. Tim pelaksana menyerahkan kepada masyarakat setempat bantuan perlengkapan untuk memulai budi daya ternak lele akuaponik beserta bibit lele kepada masing-masing perwakilan kelompok masyarakat.

“Kami sangat berharap kegiatan tidak berakhir sampai di sini saja. Kami akan datang kembali untuk tetap membantu masyarakat apabila ada kendala dalam melakukan budi daya sehingga nantinya tercapai pengembangan yang berkesinambungan,” ungkap Paidi Hidayat.

Dia menyebutkan, pengembangan Kecamatan Medan Belawan menjadi salah satu prioritas pengabdian dari FEB USU yang berencana terus mengembangkan kerjasama dengan pemerintah setempat untuk membangun Desa Binaan FEB USU yang berkelanjutan.

Pada kegiatan ini antusiasme warga sangat tinggi terhadap sistem akuaponik yang mudah dibudidayakan. Berbagai pertanyaan dari warga peserta pelatihan diajukan satu per satu kepada pemateri terkait sistem pengelolaan budi daya ternak lele, persiapan-persiapan yang harus dilakukan, serta bagaimana cara melakukan pemanenan, baik itu tanaman akuaponik ataupun menu utama, yaitu ikan lele.

Pemberian bantuan diserahkan kepada perwakilan dari kelompok masyarakat. Oleh karena jumlahnya cukup banyak, pada saat acara hanya dibawakan sampel produk yang diberikan kepada masyarakat dan sisanya langsung disalurkan ke kelompok masyarakat masing-masing. Secara keseluruhan, sebanyak 275 unit ternak lele akuaponik disalurkan dan diserahkan secara simbolis oleh Kasih Dwi Yanti sebagai perwakilan dari PT Pelindo. Selain seperangkat sistem ternak ikan lele akuaponik, turut diserahkan bibit ikan lele, bibit kangkung, serta bantuan lain, seperti vitamin untuk ikan lele. (RJ/Paidi)

Artikel
Kegiatan Universitas
Kegiatan Pengabdian

Detail Paper

Fitur Aksesibilitas

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

A11Y

HOME

MENU

CARI

Scroll Down