A11Y

HOME

MENU

CARI

USU Perkuat Kemandirian Finansial melalui Sharing Session Koperasi dan BPR Bersama UGM dan UNHAS

Diterbitkan Pada15 Oktober 2026
Diterbitkan OlehRenny Julia Harahap
USU Perkuat Kemandirian Finansial melalui Sharing Session Koperasi dan BPR Bersama UGM dan UNHAS
Copy Link
IconIconIcon

USU Perkuat Kemandirian Finansial melalui Sharing Session Koperasi dan BPR Bersama UGM dan UNHAS

 

Diterbitkan oleh

Renny Julia Harahap

Diterbitkan pada

Kamis, 15 Oktober 2026

Logo
Download

“Pengelolaan BPR di lingkungan universitas harus mengedepankan prinsip transparansi, independensi, dan profesionalisme. Tata kelola yang baik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lembaga keuangan serta mencegah terjadinya konflik kepentingan,” jelas Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Supriyadi.

MEDAN-HUMAS USU: Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Sharing Session Koperasi dan BPR/Lembaga Keuangan Universitas di Digital Learning Center Building (DLCB) USU, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Supriyadi, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Prasarana Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Subehan, sebagai narasumber.

Forum ini membahas penguatan tata kelola koperasi dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian finansial perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Prof. Supriyadi menjelaskan pengalaman UGM dalam mengelola BPR yang telah berdiri sejak tahun 1994.

“Pengelolaan BPR di lingkungan universitas harus mengedepankan prinsip transparansi, independensi, dan profesionalisme. Tata kelola yang baik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lembaga keuangan serta mencegah terjadinya konflik kepentingan,” jelasnya.

(Foto: Amri Affandi Simatupang)

Ia juga menekankan pentingnya pembatasan fasilitas kredit maupun keuntungan pribadi bagi pihak pengendali dan pimpinan universitas guna menjaga integritas pengelolaan BPR.

Sementara itu, Prof. Subehan memaparkan strategi pengembangan BPR Universitas Hasanuddin melalui proses akuisisi sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan mendirikan lembaga perbankan baru.

“Universitas Hasanuddin mengembangkan BPR melalui akuisisi di Malili, kemudian memindahkan kantor pusatnya ke Makassar. Pada tahun 2025, kami juga melakukan penambahan modal setor sebesar sepuluh miliar rupiah untuk memperkuat pengembangan layanan keuangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, keberadaan BPR kampus dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan akademik, mulai dari fasilitas penelitian, program magang mahasiswa, pembiayaan pendidikan, hingga dukungan permodalan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan pelaku UMKM binaan perguruan tinggi.

(Foto: Amri Affandi Simatupang)

Melalui sharing session ini, USU memperoleh wawasan serta referensi praktik pengelolaan lembaga keuangan dari UGM dan UNHAS sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan unit usaha universitas.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, mengoptimalkan potensi sumber daya, serta mendorong terwujudnya kemandirian finansial USU yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin