Transformasi Kebijakan Kependudukan: Universitas Sumatera Utara Inisiasi ICoPoF 2026 sebagai Katalisator Pencapaian SDGs

Transformasi Kebijakan Kependudukan: Universitas Sumatera Utara Inisiasi ICoPoF 2026 sebagai Katalisator Pencapaian SDGs
Diterbitkan oleh
Roni Hikmah Ramadhan, S.S.
Diterbitkan pada
Rabu, 08 April 2026

MEDAN, 8 April 2026 — Sebagai manifestasi dari visi strategis menuju The Era of Ultimate Excellence, Universitas Sumatera Utara (USU) secara resmi mengumumkan peluncuran gelaran akademik bertaraf internasional, The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026. Konferensi ini dijadwalkan menjadi platform diskursus saintifik paling komprehensif tahun ini yang membedah integrasi antara dinamika kependudukan dengan ketahanan keluarga dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).
Pelaksanaan konferensi yang akan dipusatkan di Digital Learning Center Building (DLCB) USU pada 16 Juli 2026 ini, mencerminkan urgensi perlunya sinkronisasi kebijakan berbasis data (evidence-based policy) di tengah fluktuasi demografi global yang kian kompleks. Melalui tema utama "Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)", USU memposisikan diri sebagai pusat pemikiran (think-tank) yang menjembatani riset teoritis dengan implementasi praktis di level pemerintahan.
Memasuki pertengahan tahun 2026, Indonesia dan dunia dihadapkan pada tantangan kependudukan yang bersifat multidimensional. Dari tren penurunan angka kelahiran di beberapa wilayah hingga tantangan bonus demografi yang menuntut peningkatan kualitas modal manusia (human capital). ICoPoF 2026 dirancang untuk menjawab anomali-anomali tersebut melalui pendekatan lintas disiplin.

Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam keterangan teknisnya menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negara dalam mencapai target SDGs 2030 sangat bergantung pada bagaimana struktur terkecil masyarakat, yaitu keluarga, dikelola dan diberdayakan. "Kita tidak bisa lagi melihat kependudukan hanya sebagai angka statistik sensus. Populasi adalah entitas dinamis yang dipengaruhi oleh teknologi, kesehatan, dan kebijakan ekonomi. ICoPoF 2026 hadir untuk memberikan pisau analisis yang lebih tajam bagi para pengambil keputusan," tegas Prof. Muryanto.
Konferensi ini menjadi sangat krusial mengingat tahun 2026 merupakan periode transisi penting bagi Indonesia dalam mematangkan persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045. Diperlukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan kependudukan yang adaptif terhadap disrupsi digital dan perubahan iklim, dua variabel yang kini menjadi determinan utama dalam stabilitas pembangunan keluarga.
Bobot teknis ICoPoF 2026 diperkuat dengan kehadiran para pemegang otoritas regulasi dan pakar sains internasional. Konferensi ini dijadwalkan dibuka oleh jajaran menteri yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, diproyeksikan akan membedah peta jalan transformasi kelembagaan kependudukan di Indonesia. Fokus utamanya adalah bagaimana restrukturisasi kebijakan kependudukan pasca-transformasi kementerian dapat mempercepat penurunan angka stunting dan penguatan ketahanan ekonomi keluarga secara nasional.
Di sisi lain, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, akan menyoroti aspek hilirisasi riset kependudukan. Keterlibatan Kementerian Dikti Sains dan Teknologi menandakan bahwa ICoPoF 2026 diarahkan untuk menghasilkan output yang terukur secara saintifik, di mana inovasi teknologi harus mampu diaplikasikan dalam layanan kependudukan digital (e-government).
Perspektif internasional akan diperkaya oleh kehadiran Hassan Mohtashami dari United Nations Population Fund (UNFPA), yang akan memaparkan standar global dalam penanganan migrasi, urbanisasi, dan hak-hak reproduksi. Selain itu, kolaborasi akademik dijalin erat dengan institusi mitra seperti Universiti Sains Malaysia (USM) melalui Dr. Saidatulakmal Mohd dan PES Modern College of Arts Science and Commerce, India, melalui Dr. Gauri Sudhanwa Kopardekar. Kehadiran delegasi India dan Malaysia memberikan komparasi strategis mengingat kesamaan tantangan demografi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
ICoPoF 2026 membagi ruang diskusi ke dalam 20 ruang lingkup topik yang mencakup seluruh aspek kehidupan populasi. Secara teknis, topik-topik ini dikelompokkan ke dalam beberapa pilar utama:
- Pilar Kesehatan dan Kesejahteraan: Mencakup sistem kesehatan populasi, kesehatan reproduksi, serta tantangan aging population (penuaan populasi). Topik ini sangat relevan mengingat meningkatnya beban ketergantungan dan kebutuhan akan sistem perawatan lansia yang berkelanjutan.
- Pilar Ekonomi dan Kebijakan: Memfokuskan pada hubungan antara kebijakan ekonomi dengan tren fertilitas, serta peran kesetaraan gender dalam kebijakan keluarga yang inklusif. Di sini, keterkaitan antara partisipasi tenaga kerja perempuan dan stabilitas keluarga menjadi poin analisis utama.
- Pilar Inovasi dan Lingkungan: Membedah pengaruh perubahan iklim terhadap perpindahan populasi, urbanisasi, serta pemanfaatan inovasi digital dalam penyediaan layanan kependudukan di daerah terpencil.
- Pilar Sosial dan Transformasi Budaya: Menganalisis bagaimana norma sosial dan budaya bertransformasi di era digital dan pengaruhnya terhadap struktur keluarga modern.
Topik-topik tersebut tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, namun diwajibkan memiliki proposisi solusi yang dapat diadopsi ke dalam naskah akademik kebijakan publik.
Sebagai institusi yang tengah memacu performa di pemeringkatan universitas global (seperti QS World University Rankings), USU menetapkan standar luaran yang sangat kompetitif bagi peserta Call for Paper. Konferensi ini menyediakan jalur publikasi yang terintegrasi dengan indeksasi prestisius:
- Book Chapter Scopus Indexed: Artikel terpilih akan diterbitkan oleh Nova Publisher, memberikan dampak sitasi global bagi para peneliti.
- Jurnal Nasional Terakreditasi (SINTA): Kerja sama dengan berbagai jurnal terkemuka seperti Caring (SINTA 2), International Journal of Cultural and Art Studies (SINTA 3), serta Psikologia, TROPHICO, dan Politeia (SINTA 4).
Skema publikasi ini dirancang untuk memastikan bahwa pemikiran-pemikiran yang muncul dalam ICoPoF 2026 memiliki daya jangkau yang luas dan dapat diakses oleh komunitas ilmiah global maupun praktisi di lapangan.
Panitia pelaksana ICoPoF 2026 telah menetapkan linimasa ketat untuk menjaga kualitas naskah yang masuk. Periode penerimaan naskah ilmiah (Submission Start) telah dimulai sejak 1 Maret 2026, dengan batas akhir pengiriman (Deadline) pada 30 Mei 2026. Proses pengumuman hasil seleksi naskah akan dilakukan secara transparan pada 1 Juni 2026.
Seluruh proses pendaftaran, unggah naskah, hingga informasi akomodasi bagi peserta luar kota dikelola melalui platform Open Conference Systems (OCS) yang dapat diakses pada tautan resmi: https://ocs.usu.ac.id/ICoPoF/ICoPoF2026.
Konferensi ini terbuka bagi akademisi, peneliti lintas disiplin, mahasiswa program pascasarjana (S2/S3), praktisi LSM, serta para birokrat yang bersentuhan langsung dengan isu kependudukan dan keluarga. Melalui ICoPoF 2026, Universitas Sumatera Utara menegaskan kembali perannya sebagai lokomotif intelektual yang tidak hanya mendidik, tetapi juga aktif membentuk masa depan bangsa melalui riset dan kolaborasi global.