A11Y

HOME

MENU

CARI

Sosialisasi SDGs di USU: Meningkatkan Kesadaran dan Aksi Nyata Sivitas Akademika

Diterbitkan Pada21 Februari 2025
Diterbitkan OlehBambang Riyanto
Sosialisasi SDGs di USU: Meningkatkan Kesadaran dan Aksi Nyata Sivitas Akademika
Copy Link
IconIconIcon

Sosialisasi SDGs di USU: Meningkatkan Kesadaran dan Aksi Nyata Sivitas Akademika

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto

Diterbitkan pada

Jumat, 21 Februari 2025

Logo
Download

“Kebijakan apapun yang kita kerjakan kita berharap memberikan dampak yang sebesar-besarnya. Sosialisasi ini mudah-mudahan meningkatkan kesadaran daripada dosen dan mahasiswa, dan selanjutnya perlu memikirkan program apa yang harus kita lakukan,” ujar Prof. Poppy.

HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk “Empowering Change Through Universities: Enhancing Awareness and Knowledge on Sustainable Development Goals (SDGs) to Drive Global Impact”. Kegiatan dilaksanakan di Digital Learning Center Building USU, pada Selasa-Rabu (18-19/2/2025).

Sosialisasi berlangsung selama dua hari dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika USU dalam mendukung pencapaian SDGs, di mana hari pertama dihadiri oleh dosen dan hari kedua oleh mahasiswa.

Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., dalam sambutannya menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang harus dioptimalkan. Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menyampaikan institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.


“Perguruan tinggi memiliki tiga peran utama dalam pencapaian SDGs, yaitu melalui pendidikan, riset, dan keterlibatan sosial yang ditindaklanjuti dalam implementasi Tri Dharma yang kita lakukan. Saya mengajak seluruh sivitas akademik USU untuk menjadikan SDGs sebagai bagian dari komitmen dan aksi nyata. Mari kita bersinergi dalam mengembangkan program-program yang berkontribusi terhadap pencapaian SDGs,” tutur Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yakni Dr. Djonet Santoso, MA., SDGs Expert dari Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan materi "System Thinking of SDGs dan Pengenalan Indikator SDGs"; Bayu Arie Fianto, S.E., M.B.A., Ph.D, selaku Ketua Indonesia SDGs Center Network, dengan materi "Praktik Baik dan Strategi SDGs Center UNAIR dalam Pencapaian Pemeringkatan THE (Times Higher Education)"; Dr. Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., selaku Ketua SDGs Center USU, dengan materi "Peran Universitas Sumatera Utara dalam Mendukung Pencapaian SDGs"; Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, SP, M. Ec. selaku Dosen dan Expert SDGs Center USU dengan materi "Pengenalan SDGs dan Peningkatan Kepedulian Mahasiswa dalam Mendukung SDGs".

Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menjelaskan kebijakan USU yang berpedoman pada SDGs, terutama dalam pelaksanaan penelitian yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Lebih lanjut, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt. mengatakan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran lebih terhadap SDGs di lingkungan kampus.


“Kebijakan apapun yang kita kerjakan kita berharap memberikan dampak yang sebesar-besarnya. Sosialisasi ini mudah-mudahan meningkatkan kesadaran daripada dosen dan mahasiswa, dan selanjutnya perlu memikirkan program apa yang harus kita lakukan,” ujar Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec. selaku Ketua SDGSs Center USU mengungkapkan bahwa USU telah mencapai kemajuan signifikan dalam beberapa tujuan SDGs, seperti tujuan ke-14 dari kontribusi PUI Mangrove USU, serta di bidang kesehatan. Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec. juga mengatakan banyak kegiatan yang telah dilakukan yang sejalan dengan SDGs, namun pencatatan dan pelaporan kegiatan perlu diperbaiki sehingga USU dapat meraih peringkat yang lebih baik.


“Di tujuan ke-14, kita dapat peringkat bagus, kita punya PUI Mangrove. Diapresiasi dunia USU punya kontribusi. Pencapaian di kesehatan juga bagus, dokter kita banyak melakukan pengabdian pada masyarakat. Kita sudah banyak pahalanya sebenarnya, tapi pencatatannya yang lupa, ini perlu kita perbaiki lagi,” ungkap Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec.

Oleh karena itu, Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec. menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk mencapai SDGs diikuti dengan sosialisasi dalam skala lebih luas. Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec. menyebutkan USU aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam rencana aksi dan evaluasi SDGs. Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec. menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan penting untuk memastikan sumber daya bumi dapat dinikmati oleh generasi mendatang.


“SDGs bukan hanya pemerintah, juga kita akademisi, swasta, filantropi, NGO, saling berkolaborasi. USU punya kolaborasi dengan pemerintah, kita mengasistensi rencana aksi, terlibat memantau pencapaiannya, dan kasih rekomendasi. Untuk sosialisasi, ke depan mungkin ada lagi yang sifatnya tematik. SDGs sudah menjadi isu global. Jadi kita mempertahankan bumi ini untuk bisa dinikmati oleh siapapun, sampai ke generasi kapanpun,” jelas Dr. Wahyu Ario Pratomo SE., M.Ec.

Fauziah Khairunnisa, mahasiswa program studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik (FT) USU mengungkapkan USU sedang mempersiapkan Circularity Center USU yang berlokasi di TPS Pintu Empat USU yang diinisiasi oleh prodi Teknik Lingkungan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Fakultas Pertanian, khususnya program studi Peternakan, serta Fakultas Psikologi. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh sampah di lingkungan USU dapat dipilah dan diolah dengan baik sehingga dapat mendukung SDGs.


“Ini program yang prodi kami inisiasikan, Circularity Center USU di TPS Pintu Empat, kolaborasi dengan fakultas pertanian yaitu prodi Peternakan sama Fakultas PsikologI. Harapannya, semua sampah itu bakal dipilah dan diolah, jadi pengelolaan sampah yang ada di USU terintegrasi dan dapat mendukung SDGs,” ujar Fauziah Khairunnisa.

Dengan mengikuti kegiatan ini, Fauziah Khairunnisa mengatakan bahwa kesadaran merupakan hal utama yang perlu ditanamkan dalam mendukung SDGs. Melalui sosialisasi ini, peserta mendapat wawasan mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan USU dalam mendukung SDGs dan diharapkan dapat membagikan pemahaman yang diperoleh kepada mahasiswa lain serta mendorong adanya aksi nyata dalam implementasi SDGs.


“Langkah pertama yang harus kita lakukan itu tanam kesadaran lalu nge-influence teman-teman kita agar bisa sadar bareng-bareng dan peduli. Dari sosialisasi ini, aku jadi tahu apa yang sudah USU lakukan demi mewujudkan SDGs. Harapannya, semoga peserta bisa nge-influence dan ada aksi nyata dari mahasiswa terkait implementasi SDGs ini,” kata Fauziah Khairunnisa.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin