A11Y

HOME

MENU

CARI

Pengalaman Ahad Ameen Mahasiswa Asal Yaman yang Berkuliah di USU

Diterbitkan Pada06 Mei 2026
Diterbitkan OlehBambang Riyanto, S.S., M. Si
Pengalaman Ahad Ameen Mahasiswa Asal Yaman yang Berkuliah di USU
Copy Link
IconIconIcon

Pengalaman Ahad Ameen Mahasiswa Asal Yaman yang Berkuliah di USU

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto, S.S., M. Si

Diterbitkan pada

Rabu, 06 Mei 2026

Logo
Download

Ahad mengaku sempat mengalami kesulitan berkomunikasi selama berada di Medan, terutama pada awal masa perkuliahan. “Pada awalnya cukup sulit, karena sebagian pengajar belum terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, sementara kami juga belum memahami Bahasa Indonesia dengan baik. Hal tersebut membuat komunikasi menjadi tidak berjalan optimal,” ungkapnya.

Ahad Ameen Lutf Al Awadhi, mahasiswa internasional semester dua yang berasal dari Yaman, saat ini menempuh pendidikan S1 di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (FKep USU) sebagai penerima beasiswa program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Kehadirannya turut memperkaya atmosfer akademik yang inklusif serta mendukung penguatan daya saing global kampus. Terlebih lagi, dirinya mahasiswa internasional pertama di program studi tersebut.

Pengalaman belajar di lingkungan multikultural memberikan wawasan baru. Diperlukan proses adaptasi terhadap lingkungan yang belum dikenalnya. Perjalanan ini tentu ada tantangan di dalamnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah bahasa.

Ahad mengaku sempat mengalami kesulitan berkomunikasi selama berada di Medan, terutama pada awal masa perkuliahan. “Pada awalnya cukup sulit, karena sebagian pengajar belum terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, sementara kami juga belum memahami Bahasa Indonesia dengan baik. Hal tersebut membuat komunikasi menjadi tidak berjalan optimal,” ungkapnya.

Memerlukan waktu satu tahun untuk belajar Bahasa Indonesia, sebelum memasuki proses perkuliahan formal. Dukungan dari dosen dan teman-teman juga turut membantunya dalam mengatasi kendala tersebut, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih lancar.

Selama menjalani studi di USU, Ahad mengaku memeroleh pengalaman yang berharga, baik dari sisi akademik maupun interaksi sosial. Ia menilai pembelajaran di bidang keperawatan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menekankan pendekatan holistic care yang mencakup empat aspek utama, yaitu psikologis, fisiologis, lingkungan, dan budaya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai empati yang ia miliki. “Saya memang pribadi yang peduli terhadap orang lain dan memiliki empati. Melalui pembelajaran ini, saya merasa kemampuan tersebut semakin terasah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di FKep USU menginspirasi dirinya untuk menulis artikel ilmiah mengenai kesehatan mental mahasiswa. Dalam penelitiannya, Ahad mengkaji penerapan komunikasi terapeutik pada pasien pra-operasi yang mengalami kecemasan, dengan menekankan pentingnya pendekatan psikososial dalam meningkatkan kepercayaan pasien, mengurangi stres, serta mendukung proses pemulihan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antara perawat dan pasien bisa membantu pasien lebih tenang dan mempercepat proses pemulihan,” katanya.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin