Mahasiswa USU Raih Juara 1 Nasional Lomba Poster Lewat Inovasi EduGO.ID

Mahasiswa USU Raih Juara 1 Nasional Lomba Poster Lewat Inovasi EduGO.ID
Diterbitkan oleh
Bambang Riyanto, S.S., M. Si
Diterbitkan pada
Jumat, 03 Juli 2026

HUMAS USU – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui capaian membanggakan pada ajang lomba poster nasional. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa USU berhasil meraih Juara 1 Nasional melalui karya poster berjudul EduGO.ID yang mengangkat tema pendidikan merata dan berkualitas.
Beranggotakan dua orang yakni Riki Candra dari Program Studi Ekonomi Pembangunan stambuk 2022 dan Silkyanida Fachriza Damanik dari Program Studi Ilmu Hukum stambuk 2024. Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa USU dalam menghadirkan gagasan kreatif dan solutif terhadap berbagai persoalan bangsa, khususnya di bidang pendidikan. Melalui poster tersebut, mahasiswa USU berupaya menawarkan inovasi yang dapat mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Poster EduGO.ID disusun dengan berangkat dari keyakinan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Gagasan yang diusung tidak hanya berfokus pada aspek konseptual, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa USU tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa mahasiswa USU tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, daya inovasi, dan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat.
"Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa USU memiliki kemampuan untuk menghadirkan gagasan yang kreatif, solutif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkompetisi, mengembangkan ide, serta memberikan kontribusi nyata melalui karya-karya inovatif," ujarnya.
Riki Candra menjelaskan bahwa proses penyusunan karya dimulai dengan mengidentifikasi berbagai persoalan pendidikan yang terjadi di masyarakat, menelaah akar masalah, kemudian merancang solusi yang relevan dan realistis untuk diterapkan di Indonesia. Dalam proses tersebut, tim juga mempelajari berbagai referensi, termasuk praktik-praktik terbaik dari luar negeri, sebelum menyusun ide, membagi tugas, dan merancang desain poster secara menyeluruh.
"Kami memilih tema pendidikan merata dan berkualitas karena kami meyakini bahwa masa depan Indonesia salah satunya ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Melalui EduGO.ID, kami ingin menawarkan inovasi yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045 melalui perencanaan pendidikan yang matang sejak sekarang," ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam penyusunan karya terletak pada proses merancang inovasi yang tidak hanya sesuai dengan tema lomba, tetapi juga memiliki landasan referensi yang kuat serta realistis untuk dijalankan. Di samping itu, pengaturan waktu antara proses diskusi, pengerjaan karya, dan aktivitas akademik juga menjadi tantangan tersendiri selama mengikuti kompetisi.
"Tantangan terbesarnya adalah merancang ide inovasi yang sesuai dengan tema lomba, memiliki referensi yang kuat, dan tetap realistis untuk dijalankan. Selain itu, kami juga harus pandai membagi waktu antara proses diskusi, pengerjaan karya, dan aktivitas akademik lainnya," jelasnya.
Prestasi ini bukanlah pencapaian pertama yang diraih. Pada tahun 2025, Riki juga berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam kompetisi poster nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami pola kompetisi, strategi penyusunan karya, hingga hal-hal teknis yang perlu diperhatikan agar poster memiliki daya saing yang lebih kuat.
"Pengalaman pada kompetisi sebelumnya membuat saya lebih memahami karakter lomba, mulai dari bagaimana menyusun ide, menyesuaikannya dengan tema, hingga mempersiapkan karya secara lebih matang. Hal itu tentu sangat membantu saya untuk tampil lebih baik pada kompetisi tahun ini," ungkapnya.
Riki uga menilai bahwa dukungan dari lingkungan kampus memiliki peran besar dalam perjalanan prestasinya. Lingkungan pertemanan yang suportif dan terbuka terhadap kolaborasi dinilai menjadi ruang penting untuk bertukar ide, membangun tim, serta saling menguatkan selama proses perlombaan berlangsung.
"Dukungan dari lingkungan kampus sangat berarti karena saya memiliki banyak teman yang saling mendukung dan dapat diajak berkolaborasi dalam kompetisi. Dari proses itu, saya juga belajar mengenali potensi setiap anggota tim dan membangun kerja sama yang lebih baik," katanya.
Kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus motivasi untuk terus berkembang di dunia kompetisi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain yang masih merintis langkah di bidang perlombaan agar tetap berani mencoba dan tidak mudah menyerah dalam proses.
"Proses lomba memang tidak instan, bahkan sering kali lebih banyak kegagalannya. Namun, dari proses itulah kita belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Jangan cepat puas dengan satu penghargaan, terus belajar dari kesalahan, dan pelihara rasa ingin tahu agar bisa terus maju di dunia kompetisi," tutupnya.