Mahasiswa USU Ciptakan Inovasi ANDALE Coffe, Dorong Daya Saing Produk Lokal

Mahasiswa USU Ciptakan Inovasi ANDALE Coffe, Dorong Daya Saing Produk Lokal
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Rabu, 28 Oktober 2026

Dengan mengusung nama bisnis ANDALE COFFE, tim ini menghadirkan produk kopi yang memadukan cita rasa kopi dengan karakteristik khas andaliman sebagai identitas lokal Sumatera Utara. Produk ini tidak hanya menawarkan keunikan cita rasa, tetapi juga mengangkat cerita dan nilai budaya daerah asalnya.
HUMAS USU – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara mengukir prestasi di bidang nasional dengan memenangkan Juara 2 Business Creation Competition Tingkat Nasional pada kompetisi BMNC 2026 (Indonesia Business Management Network Competition). Kompetisi ini dilaksanakan di Universita Airlangga, Surabaya, pada Selasa (20/10/2026).
USU mengirim tiga orang delegasinya pada kompetisi tersebut yakni:
Dira Riyani (S1 Manajemen FEB) sebagai Ketua Tim sekaligus CMO dan COO
Arya Dwi Ardhana Wibowo (D4 Statistika Fakultas Vokasi) sebagai CEO dan CTO
Atiqa Zhakira Syahrul (S1 Akuntansi FEB USU) sebagai CFO
Dalam proses pengembangan ide bisnis ANDALE COFFEE, tim mendapatkan bimbingan dari Bapak Saddam Husein Nasution, M.Si., dan Bapak Muhammad Arif Lubis, S.E., M.Si. Arahan yang diberikan membantu tim menyempurnakan gagasan, memperkuat konsep bisnis, serta mematangkan ide yang diajukan agar lebih terstruktur dan memiliki potensi untuk dikembangkan.
Dengan mengusung nama bisnis ANDALE COFFE, tim ini menghadirkan produk kopi yang memadukan cita rasa kopi dengan karakteristik khas andaliman sebagai identitas lokal Sumatera Utara. Produk ini tidak hanya menawarkan keunikan cita rasa, tetapi juga mengangkat cerita dan nilai budaya daerah asalnya.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu kekuatan tim dalam mengembangkan ide bisnis yang inovatif, terstruktur, dan berkelanjutan. Melalui kompetisi tersebut, tim berkesempatan mempresentasikan gagasan bisnis, menguji kelayakan ide yang dikembangkan, serta memperluas wawasan melalui pertukaran perspektif dan interaksi dengan peserta lainnya.

Mengangkat Potensi Lokal melalui Inovasi Produk dan Teknologi Digital
Kopi merupakan salah satu produk yang memiliki pasar luas dan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Melihat peluang tersebut, tim ANDALE COFFE berupaya menghadirkan inovasi dengan memadukan kopi dan karakteristik khas andaliman, rempah yang identik dengan kuliner Sumatera Utara.
"Kami melihat peluang untuk mengintegrasikan karakteristik khas andaliman ke dalam produk kopi sehingga menghasilkan diferensiasi yang menarik," jelas Arya salah satu anggota tim.
Dengan mengusung inovasi bertajuk “Andale Coffee: Inovasi Kopi Sumatera Utara Berbasis Andaliman dengan Integrasi Digital untuk Memperluas Pasar Produk Lokal”, tim berupaya menunjukkan bahwa kekayaan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bisnis yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar masa kini tanpa menghilangkan nilai budaya. Perpaduan ini diharapkan dapat menghasilkan produk dengan cita rasa yang unik sekaligus memberikan nilai tambah pada potensi lokal yang belum banyak dieksplorasi dalam industri kopi.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, ANDALE COFFE juga ingin memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi bisnis, mulai dari memperkenalkan identitas produk hingga memperluas jangkauan pemasaran kepada konsumen.
Tantangan yang Dilalui dalam Mengembangkan ANDALE COFFE
Dalam mengembangkan ANDALE COFFEE, tim menghadapi tantangan untuk mengolah potensi lokal menjadi inovasi bisnis yang tidak hanya memiliki keunikan, tetapi juga realistis, bernilai jual, dan berdaya saing.
Arya mengatakan bahwa perpaduan kopi dengan andaliman membutuhkan pertimbangan dari berbagai aspek, mulai dari karakteristik bahan baku dan potensi penerimaan konsumen hingga diferensiasi produk serta strategi pemasaran yang tepat.
"Menggabungkan kopi dengan andaliman memerlukan pertimbangan dari berbagai aspek, mulai dari karakteristik bahan baku, penerimaan konsumen, diferensiasi produk, hingga strategi pemasaran yang tepat," katanya.
Tantangan lainnya adalah menyatukan perspektif dari tiga bidang keilmuan yang berbeda. Perbedaan sudut pandang dan pendekatan setiap anggota mendorong tim untuk membangun komunikasi dan melakukan diskusi secara intensif agar dapat menghasilkan konsep bisnis yang terintegrasi. Melalui proses tersebut, tim memahami bahwa inovasi tidak cukup hanya berangkat dari gagasan yang menarik, tetapi juga perlu didukung oleh riset, perencanaan yang matang, serta kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Berbagai tantangan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran tim dalam memperkuat konsep ANDALE COFFEE agar memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Pengembangan ANDALE COFFEE untuk Mendorong Ekonomi Lokal
Tim berharap ANDALE COFFEE tidak berhenti sebagai gagasan yang dipresentasikan dalam kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Sumatera Utara sekaligus memperkenalkan karakteristik khas andaliman kepada pasar yang lebih luas.
Arya mengungkapkan dalam jangka panjang, pengembangan ANDALE COFFEE juga diharapkan membuka peluang kolaborasi dengan petani, pemasok bahan baku, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai pihak yang terlibat dalam rantai bisnisnya.
Harapannya, Andale Coffee dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas produk khas Sumatera Utara," ungkap Arya.