Lantik 2.208 Wisudawan Rektor USU Berharap Lulusan Dapat Menjadi The Next high Level Generation pada Era Digital

MEDAN-HUMAS USU: Rektor Universitas Sumatera Utara Dr Muryanto Amin, SSos, MSi, melantik 2.208 orang wisudawan/ti Universitas Sumatera Utara yang telah menyelesaikan studinya mulai dari Juni hingga Agustus 2021. Wisuda USU periode IV tahun akademik 2020/2021 tersebut dilaksanakan secara daring melalui streaming channel youtube usuofficial, Kamis (16/9/2021).

 

  • Kontributor
    Renny Julia Harahap
    Humas
  • Fotografer
    Amri Simatupang, Muhammad Andriansyah
    Humas
  • Tanggal Publikasi
    September. 24, 2021
  • Bagikan Artikel
      
Lantik 2.208 Wisudawan Rektor USU Berharap Lulusan Dapat Menjadi The Next high Level Generation pada Era Digital

Dalam pidatonya, Rektor USU mengingatkan para wisudawan untuk dapat maksimal menunaikan mandat intelektual dalam membantu mengatasi berbagai masalah kemanusiaan. Di mana ilmu yang didapatkan selama di bangku kuliah akan diuji dalam kapasitas profesional di dunia kerja sesuai dengan kompetensi kesarjanaan yang telah diraih. Karena kebanggaan akan gelar sarjana yang tidak dibarengi dengan tanggung jawab akademik hanya akan melahirkan arogansi intelektual yang menyesatkan belaka. 

“Gelar sarjana yang diperoleh pada hari ini harus dilanjutkan dengan kerja keras untuk memberikan kontribusi besar dalam perubahan global. Dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat besar dan terjadi sangat cepat. Pandemi Covid-19 merupakan tantangan terberat dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pembatasan ruang gerak dan interaksi sosial, perlambatan ekonomi, pengangguran serta perubahan gaya hidup adalah sederet masalah dari dampak yang kita hadapi di era pandemi. Setiap orang dibutuhkan peran dan keikutsertaannya tidak saja untuk survive di tengah pusaran pandemi, melainkan juga melangkah maju dan menjadikan kehidupan ini lebih baik dari masa-masa sebelumnya,” kata Rektor USU.

Para wisudawan, lanjut Dr Muryanto, harus mampu menjadi problem solver dalam berbagai persoalan yang membelit rakyat dan bangsa. Sebagai generasi yang mewakili semangat perubahan global dan pembaruan dalam segala bidang, para wisudawan diharapkan dapat menjadi the next high level generation pada era digital, yang akan mampu berkiprah dan berkompetisi tidak hanya di ranah lokal, namun juga ke tataran nasional dan global. 

Muryanto mengingatkan, tantangan ke depan tidak semakin mudah. Namun dengan semangat, kemampuan dan energi muda yang dimiliki, tantangan itu akan mampu diatasi dengan baik. “Orang-orang muda adalah kekuatan besar yang diharapkan mampu menemukan kekuatan saat mengatasi seluruh kesulitan dalam mengelola ide pemikiran yang melahirkan inovasi-inovasi penting sebagai cikal bakal industri kreatif yang belum pernah terpikirkan untuk mengatasi permasalahan sosial,” tandasnya.

Para wisudawan yang telah mengalami proses pendidikan dimandatkan untuk menghasilkan dua kriteria sekaligus di dalam diri mereka, yaitu aktif membantu mengatasi masalah kemanusiaan dan berkontribusi memajukan Indonesia. 

“Melalui inovasi, berbagai pola transformasi manusia dari pola hidup yang lama menuju pola hidup yang baru dengan pemanfaatan teknologi dimungkinkan untuk terjadi dengan cepat. Perluasan lapangan kerja dari bidang pekerjaan yang sebelumnya bersifat tradisional lambat-laun akan digantikan dengan lapangan kerja yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan hi-tech. Profesi-profesi baru akan bermunculan dengan tuntutan yang kian meningkat terhadap standarisasi keilmuan dan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi. Ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan harus terus-menerus ditambah, diperbaharui dan dimodifikasi dengan ilmu-ilmu lain agar menghasilkan ide-ide yang selaras dengan kebutuhan zaman dan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh pasar global,” papar Dr Muryanto.

Ia juga menegaskan, bahwa permasalahan alam, sosial dan kemanusiaan yang terjadi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan satu disiplin ilmu, melainkan menggunakan kontribusi silang multidisiplin. Semua kompetensi yang dibutuhkan adalah kompetensi hybrid antara ilmu yang satu dengan ilmu lainnya. Tidak ada lagi superioritas ilmu pengetahuan. Universitas Sumatera Utara turut serta mendorong terjadinya proses kreatif dan inovatif dari percampuran ilmu pengetahuan tersebut melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang memberikan keleluasaan bagi para mahasiswa untuk mempelajari bidang ilmu lain serta kesempatan untuk magang bekerja dalam bidang yang menjadi passion-nya. Saat ini sebanyak 15 mahasiswa/mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil lolos dalam seleksi yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan USU pada kegiatan perekrutan Calon Pimpinan Daerah Khusus (CPDK) Merdeka. Juga terdapat 60 mahasiswa USU yang lulus dalam seleksi magang yang diselenggarakan oleh USU dan PT Pos Indonesia. 

Visi USU untuk menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan, yang mampu bersaing dalam tataran dunia global adalah visi yang melandasi seluruh gerak maju yang dilakukan USU. Hal itu sejalan dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0 untuk mengintegrasikan pendidikan cerdas dengan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia. Interaksi pembelajaran dilakukan melalui kelas kolaboratif dan partisipatif menyusun blended learning, project based-learning, flipped classroom dan lain sebagainya melalui interaksi publik dan interaksi digital.

Universitas Sumatera Utara juga terus memperkuat lini riset, inovasi dan publikasi yang disinergikan dengan pengabdian kepada masyarakat, untuk menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dalam memperbaiki taraf hidupnya dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Perubahan tata kelola lembaga juga akan dilakukan USU yakni dengan merevisi struktur organisasi yang agile dan memenuhi capaian kinerja organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu juga merevitalisasi seluruh sarana prasarana dalam prinsip sharing tools dan memperkuat fasilitas laboratorium yang dimiliki. Untuk bidang Akademik, substansi yang sangat penting yang akan diadaptasi adalah meningkatkan kemampuan digitalisasi proses pembelajaran melalui hybrid learning process dan memfasilitasi terciptanya kelas kolaboratif dan partisipatif. 

“Kita semua harus bersiap diri bermigrasi dari warga analog menjadi warga digital atau setidaknya menjadi digital smart user dalam proses pembelajaran. Isu penting bidang riset dan pengabdian masyarakat adalah memperbanyak riset terapan melalui research group dengan TKT yang sesuai untuk mencapai hilirisasi. Produk ilmiah yang dihasilkan USU harus memiliki nilai komersialisasi dengan cara melibatkan industri dalam sharing funding dan experiences yang menguntungkan kedua pihak. Untuk mempercepat pelaksanaan transformasi tersebut, sangat diharapkan peran Guru Besar sebagai leader untuk menyemaikan perkembangan keilmuan di USU yang memberikan dampak terhadap tawaran solusi praktis mengatasi persoalan sosial dan kebijakan publik oleh industri strategis maupun pemerintah serta lembaga komunitas masyarakat,” pungkasnya.

Wisudawan yang dilantik terdiri dari 20 orang dari program doktor, 155 orang program magister, 5 orang program magister dan dokter spesialis, 36 orang program pendidikan dokter spesialis, 1 orang program pendidikan dokter gigi spesialis, 36 orang program dokter jenjang magister, 214 orang program pendidikan profesi, 1.148 orang program sarjana dan 593 orang dari program diploma. (RJ)


Lainnya

Loading...Loading...Loading...Loading...