Enam Peneliti dari USU Masuk Daftar Top 2% World Scientists
.webp?w=1280&q=75)
Enam Peneliti dari USU Masuk Daftar Top 2% World Scientists
Diterbitkan oleh
Renny Julia Harahap
Diterbitkan pada
Jumat, 09 Oktober 2026

HUMAS USU – Sejumlah peneliti Universitas Sumatera Utara (USU) tercatat dalam daftar Top 2% World Scientists, pemeringkatan ilmuwan yang disusun oleh tim penelitidari Standford University bersama Elsevier. Pencapaian ini menunjukkan rekam jejak sitasi karya ilmiah para peneliti USU dalam pemeringkatan ilmuwan berdasarkan indikator dampak sitasi.
Berdasarkan data yang dihimpun terdapat enam peneliti USU yang tercantum dalam daftar tersebut, yakni:
1. Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T (“Career Long” Data)
Scopus ID: https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=36551929900
Profile:
https://ft.usu.ac.id/id/dosen/himsar-ambarita
2. Prof. Drs. Mahyuddin K.M. Nasution, M.IT., Ph.D. (“Career Long” Data)
Scopus ID:
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=36625890500
Profile:
https://fasilkom-ti.usu.ac.id/id/dosen/mahyuddin
3. Prof. Dr. Apri Heri Iswanto, S.Hut., M.Si. (“Single Year” Data)
Scopus ID:
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=58252090200
Profile:
https://fhut.usu.ac.id/id/dosen/apri-heri-iswanto
4. Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si.,Ph.D. (“Single Year” Data)
Scopus ID
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=15055287200
Profile:
https://fhut.usu.ac.id/id/dosen/mohammad-basyuni
5. Prof. Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D. (“Single Year” Data)
Scopus ID:
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=23004491900
Profile:
https://fmipa.usu.ac.id/id/dosen/saharman-gea
6. Prof. Dr. Iskandar Muda. (“Career Long” Data)
Scopus ID:
https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57219085312
Profile:
https://feb.usu.ac.id/id/dosen/iskandar-muda
Keenam peneliti tersebut memiliki bidang keilmuan yang beragam. Di antaranya, Prof. Dr. Himsar Ambarita, tercatat dalam bidang Enabling & Strategic Technologies, khususnya material. Prof. Mahyuddin K. M. Nasution, Ph.D., berada dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya kecerdasan buatan dan pengolahan citra. Sementara itu, Prof. Dr. Apri Heri Iswanto dan Prof. M. Basyuni, Ph.D., tercatat dalam bidang teknik, khususnya teknik mesin dan transportasi.
Adapun Prof. Saharman Gea, Ph.D., berada dalam bidang fisika dan astronomi, sedangkan Prof. Dr. Iskandar Muda memiliki rekam jejak publikasi ilmiah yang dapat ditelusuri melalui profil akademiknya.
Pemeringkatan Berdasarkan Dampak Sitasi
Daftar Top 2% World Scientists menggunakan data bibliometrik dari Scopus untuk menilai dampak sitasi karya ilmiah para peneliti. Dengan demikian, pemeringkatan ini tidak semata-mata didasarkan pada jumlah publikasi, tetapi juga memperhitungkan berbagai indikator yang menggambarkan pengaruh karya ilmiah dalam literatur akademik.

Dalam penjelasan mengenai metodologi pemeringkatan tersebut, Prof. Dr. Apri Heri Iswanto menerangkan bahwa penilaian menggunakan sejumlah indikator yang dirangkum dalam composite score atau c-score.
“Pemeringkatan ini tidak hanya melihat jumlah publikasi yang dihasilkan oleh seorang peneliti, tetapi juga mempertimbangkan dampak sitasi dari karya ilmiah yang dipublikasikan. Penilaian dilakukan menggunakan sejumlah indikator bibliometrik yang menggambarkan pengaruh publikasi ilmiah seorang peneliti.”
Indikator yang digunakan dalam perhitungan c-score meliputi jumlah sitasi total, h-index, hm-index yang disesuaikan dengan jumlah penulis, serta sitasi ketika peneliti berperan sebagai penulis tunggal, penulis pertama, dan penulis terakhir.
Menurut penjelasan metodologi tersebut, data yang digunakan berasal dari Scopus secara keseluruhan, bukan hanya dari jurnal yang diterbitkan oleh Elsevier. Publikasi dari berbagai penerbit internasional yang terindeks di Scopus turut menjadi bagian dari basis data penilaian.
Dua Kategori Peneliaian Ilmuwan
Pemeringkatan Top 2% World Scientists membagi penilaian ke dalam dua kategori utama, yakni career-long impact dan single-year impact.
Kategori career-long impact menggambarkan dampak sitasi sepanjang karier penelitian seorang ilmuwan. Sementara itu, kategori single-year impact menilai dampak sitasi yang diterima dalam satu tahun kalender terakhir sesuai periode data yang digunakan dalam pemeringkatan.
Perbedaan kategori tersebut menunjukkan bahwa penilaian mempertimbangkan cakupan waktu dampak sitasi yang diukur. Oleh karena itu, kategori yang tercantum perlu dipahami sesuai dengan indikator dan periode penilaian yang digunakan, bukan sebagai perbandingan langsung antara keseluruhan karier dan kinerja dalam satu tahun.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika USU dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Rekam jejak publikasi para peneliti dapat ditelusuri melalui profil Scopus masing-masing.