A11Y

HOME

MENU

CARI

Aotake Matsuri USU 2026 Jadi Wadah Pengenalan Budaya Jepang dan Penguatan Persahabatan

Diterbitkan Pada23 Oktober 2026
Diterbitkan OlehBambang Riyanto, S.S., M. Si
Aotake Matsuri USU 2026 Jadi Wadah Pengenalan Budaya Jepang dan Penguatan Persahabatan
Copy Link
IconIconIcon

Aotake Matsuri USU 2026 Jadi Wadah Pengenalan Budaya Jepang dan Penguatan Persahabatan

 

Diterbitkan oleh

Bambang Riyanto, S.S., M. Si

Diterbitkan pada

Jumat, 23 Oktober 2026

Logo
Download

HUMAS USU - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Festival Kebudayaan Jepang Aotake Matsuri 2026 pada Jumat hingga Sabtu, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FIB USU ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pengunjung untuk mengenal kebudayaan Jepang sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.


Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., yang mewakili Rektor USU, menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Aotake, Program Studi Sastra Jepang, FIB USU, serta Konsulat Jenderal Jepang di Medan yang telah bekerja sama menyelenggarakan festival tersebut.


“Aotake Matsuri bukan sekadar perayaan kebudayaan Jepang. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang perjumpaan antarkebudayaan, tempat kita belajar memahami perbedaan, membangun persahabatan, serta memperluas cara pandang terhadap dunia.” ujarnya.


Prof. Poppy, juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti Aotake Matsuri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar ruang kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas, belajar bekerja sama, serta melatih kemampuan berkomunikasi dan berorganisasi.


“Di balik sebuah festival yang meriah, terdapat proses panjang yang membutuhkan gagasan, kerja sama, kedisiplinan, kreativitas, dan komitmen. Semua itu merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah,” jelasnya.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Aotake Matsuri 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya kepada masyarakat.


“Aotake Matsuri bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, serta mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang melalui bahasa dan kebudayaan," sampainya.


Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, S.T., M.Eng.Sc., yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menuturkan bahwa festival kebudayaan memiliki peran penting dalam memperkenalkan nilai dan tradisi dari negara lain. Menurutnya, kegiatan ini juga dapat membantu generasi muda untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan budaya.


“Bapak Gubernur berharap, Aotake Matsuri Universitas Sumatera Utara 2026 dapat menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persahabatan Indonesia dan Jepang, memperluas wawasan generasi muda, dan menumbuhkan semangat untuk saling mengenal, menghargai, dan belajar dari keunggulan masing-masing budaya," tuturnya.


Ia juga berharap kegiatan kebudayaan seperti Aotake Matsuri dapat terus dikembangkan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pengembangan sumber daya manusia.


“Untuk itu, saya berharap kegiatan kebudayaan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi jembatan bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pengembangan sumber daya manusia.”


Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyambut baik pelaksanaan Aotake Matsuri 2026. Ia menyampaikan bahwa festival ini menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kebudayaan Jepang secara langsung melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari.


“Saya merasa sangat senang atas terlaksananya Aotake Matsuri, yang merupakan salah satu festival kebudayaan Jepang terbesar di Sumatera Utara dan di sekitarnya,” ungkapnya.


Furugori juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat membantu memperkuat hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia. Melalui pertunjukan, perlombaan, pameran, serta bazar makanan Jepang, pengunjung diharapkan dapat mengenal budaya dan bahasa Jepang dengan lebih dekat.


“Saya yakin acara ini akan menjadi kesempatan baik bagi para pengunjung untuk merasakan budaya dan bahasa Jepang lebih dekat.”


Melalui pelaksanaan Aotake Matsuri USU 2026, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam mengenal kebudayaan Jepang, tetapi juga semakin terbuka terhadap perbedaan dan tetap bangga terhadap budaya Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan persahabatan serta membuka peluang kerja sama antara USU dan Jepang pada masa mendatang.

Fitur Aksesibilitas

  • Grayscale

  • High Contrast

  • Negative Contrast

  • Text to Speech

icon

Mengobrol dengan

Halo USU

Halo,
Dengan Layanan Bantuan USU
Ada yang bisa kami bantu hari ini?
- Admin