• Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Ekstensi (S1) Tahun 2019
    Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Ekstensi (S1) Tahun 2019
  • QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
    QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
  • TALENTA
    TALENTA
  • Tata Nilai Utama BINTANG
    Tata Nilai Utama BINTANG
  • Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara
    Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara

MEDAN – HUMAS USU : Proses pembangunan seyogyanya harus memperhatikan lingkungan. Mengingat dampaknya yang ditengarai dapat mengakibatkan kerusakan ekologi dan mengancam tatanan bumi serta kelangsungan makhluk hidup yang ada di permukaannya. Demikian antara lain ditegaskan Wakil Rektor II Universitas Sumatera Utara Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, M Ked (OG), SPOG (K),  dalam sambutannya pada Kuliah Umum yang dilaksanakan oleh Sekolah Pascasarjana USU, bertempat di Auditorium USU, Rabu (28/8/2019).

Anis aDirektur Sekolah Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) Prof Dr Ir Anis Tatik Mulyani, dihadirkan sebagai pembicara tunggal dalam Kuliah Umum bertajuk Pembangunan Berbasis Lingkungan itu. Kegiatan tersebut merupakan gelaran perdana dalam rangka penyambutan mahasiswa baru program magister dan doktor di lingkungan Universitas Sumatera Utara semester ganjil tahun akademik 2019/2020.

Anis gWarek II USU berharap, agar melalui kuliah umum itu seluruh mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang mendetail terkait proses pembangunan yang selaras dengan lingkungan. “Semoga seluruh yang hadir di ruangan ini bisa memanfaatkan kesempatan yang tersedia, untuk menyerap seluruh informasi yang diperlukan. Serta menjadikan bumi sebagai tempat yang nyaman dan aman untuk kita diami bersama,” katanya.

Anis bSementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana USU Prof Dr Robert Sibarani, MS, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa/i baru Sekolah Pascasarjana. Pada tahun akademik 2019/2020 ini, USU menerima 1.500 mahasiswa pascasarjana. Selain itu, ia juga mengingatkan kepada para mahasiswa untuk fokus pada kuliahnya dan jangan sampai ketinggalan informasi terkait seluruh materi perkuliahan dan kalender akademik.

 

“Sekarang ini zamannya paper less dan teknologi. Jadi siapa yang malas men-download akan ketinggalan informasi. Akibatnya jadwal studi akan molor dan terancam tidak akan mendapatkan ijazah yang diakui oleh negara,” katanya.

Anis fProf Sibarani mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa baru yang telah menjatuhkan pilihan studinya kepada USU. Ia juga mengimbau agar para mahasiswa tersebut dapat giat menghasilkan publikasi ilmiah yang dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah terindeks Scopus. Namun begitu, karya-karya yang dihasilkan juga harus terpuji dan inovatif, serta tidak mengandung unsur plagiat.

 

“Mahasiswa S3 itu dituntut untuk lebih kreatif dan cerdas,” katanya.

Anis cDirektur Sekolah Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) Prof Dr Ir Anis Tatik Mulyani, selaku narasumber tunggal, menyampaikan paparannya terkait pembangunan dan dampak nagatifnya bagi lingkungan, yang seringkali diabaikan. Dampak tersebut akan mempengaruhi tidak saja kualitas hidup manusia dan seluruh makhluk hidup, namun juga mengancam dari sisi pengadaan bahan pangan dan tingkat kesejahteraan bagi manusia.

Anis eProf Anis mengingatkan kembali, pentingnya mewujudkan konsep green economy atau ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi , tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan. Sebut saja, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati . Di samping itu adalah ketimpangan rata-rata pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin.

Anis dKonsep ekonomi hijau diharapkan dapat menjadi jalan keluar dan jembatan antara pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam. Namun kenyataannya, Green Ekonomi hanya dianggap sebuah angan-angan belaka. Hampir semua negara saat ini hanya menggiatkan pembangunan ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan . Peraturan ekonomi dunia saat ini masih cenderung mengarah ke eksploitasi alam dan kurang mendukung adanya Green Economy. (Humas)

PetaIkonikUSU