• Pendaftaran Online SMM diperpanjang
    Pendaftaran Online SMM diperpanjang
  • Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 Universitas Sumatera Utara
    Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 Universitas Sumatera Utara
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa Diploma Universitas Sumatera Utara Tahun 2019
    Seleksi Penerimaan Mahasiswa Diploma Universitas Sumatera Utara Tahun 2019
  • Seleksi Mahasiswa Mandiri Universitas Sumatera Utara Tahun 2019
    Seleksi Mahasiswa Mandiri Universitas Sumatera Utara Tahun 2019
  • QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
    QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
  • TALENTA
    TALENTA
  • Tata Nilai Utama BINTANG
    Tata Nilai Utama BINTANG
  • Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara
    Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara

MEDAN – HUMAS USU : Program Studi Sosiologi FISIP USU bekerjasama dengan Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) menggelar Konferensi Nasional Sosiologi (KNS) VIII 2019, yang berlangsung dari tanggal 31 Maret – 02 April 2019, bertempat di Le Polonia Hotel and Convention. Konferensi Nasional yang dibuka oleh Rektor USU tersebut mengambil tema,”Manajemen Bencana dan Kebencanaan di Negeri Cincin Api : Perspektif dan Kontribusi Sosiologis.” Dihadiri oleh tidak kurang 180 orang yang terdiri dari 103 pemakalah dan sisanya para peserta biasa, konferensi digelar dengan tujuan menjaring ide-ide segar dan hasil penelitian baru untuk mempersiapkan kontribusi sosiologi dalam penanganan bencana di Indonesia.

Bencana 2Hal tersebut disampaikan Dr Ida Ruwaida, M Si, selaku Ketua APSSI, dalam sambutannya di awal acara.  Ia menyayangkan bahwa masyarakat Indonesia masih seringkali menganggap bencana alam sebagai musibah atau hukuman. Sementara Jepang, negara yang dikenal sering terdampak bencana, telah fokus dalam mempersiapkan masyarakat dan komunitas yang dimiliki dalam antisipasi dan penanganan bencana.

Bencana 1“Indonesia berada di kawasan cincin api, di mana bencana alam seperti gunung meletus, gempa dan sebagainya merupakan hal-hal yang sudah biasa hadir di tengah masyarakat. Dengan kondisi demikian, maka sosiologi harus mampu berperan,” katanya.

Bencana 4Keberadaan APSSI, lanjut Dr Ida, merupakan salah satu upaya untuk menghimpun dan menyalurkan kontribusi tersebut. Tafsir-tafsir ilmu pengetahuan akan berdampingan dengan tafsir agama, politik, dan lain-lain. APSSI harus mampu bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Bencana 5“Publikasi jangan hanya berhenti pada ranah publikasi semata. Melainkan harus bisa menyentuh hingga level kebijakan,” tandasnya.

Bencana 3Sementara itu, Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, mengapresiasi keberadaan Prodi Sosiologi FISIP USU yang tampil sebagai tuan rumah. Ia mengimbau agar prodi-prodi lain juga mengikuti jejak ini, dengan siap menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional dan internasional.  Selain akan menjadi sumbangan tambahan publikasi bagi USU, juga akan mengangkat nama USU di jajaran perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Bencana 6Hadir sebagai keynote speaker Dr Ir Agus Wibowo, M Sc (Kepala Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)), Edison Kurniawan, S Si, M Si (Kepala Badan Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan), Rahmawati Husein, MCP, Ph D (Universitas Negeri Yogyakarta), Dr Saut Aritua Hasiholan Sagala, ST, M Sc (ITB) dan Wignyo Adiyoso, S Sos, MA, Ph D (Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan BAPPENAS). (Humas)

PetaIkonikUSU