17Agustus2016
bannerDiesUSU
loading...

AKADEMIK

loading...

PENELITIAN

loading...

PENGABDIAN MASYARAKAT

loading...

Lainnya

loading...

MEDAN-USU: Pimpinan Universitas Sumatera Utara “berbangga hati” karena pada tahun 2016 ini, pelaksanaan KKN USU dapat dilaksanakan kembali. Bahkan dengan jangkauan lokasi atau tempat kegiatan KKN yang tidak hanya berada di provinsi Sumatera Utara saja, tetapi juga sampai ke wilayah provinsi tetangga yaitu Aceh dan provinsi Kepulauan Riau.


Demikian ungkap Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum yang disampaikan kepada wartawan harian ini melalui Humas USU Bisru Hafi SSos MSi selepas acara pemberangkatan mahasiswa peserta KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) Universitas Sumatera Utara Tahun 2016 kemarin (Selasa, 12/7/16).

KKN 3
Pada acara tersebut Rektor USU didampingi oleh Wakil Rektor I Prof Dr Rosmayati, Wakil Rektor II DR Muhammad Fidel Ganis Siregar, Wakil Rektor III Drs Mahyuddin KM Nasution PhD, Wakil Rektor V Ir Luhut Sihombing MP dan Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU Prof Dr Darma Bakti, Perwakilan dari Kementerian PU serta para Dekan dilingkungan USU dan para dosen pembimbing lapangan.

Menurut Rektor, “sebagai wahana sinergi bagi mahasiswa dan masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman serta dalam rangka mencari pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, pelaksanaan KKN dirancang menjadi empat program kegiatan yaitu, KKN-PPM Reguler di kabupaten Karo, kabupaten Samosir, dan di kabupaten Simalungun. KKN Pulau Terluar, di kabupaten Simeulue provinsi Aceh, dan kabupaten Nias Utara. KKN Tematik di kota Tanjung Balai dan KKN Kebangsaan di kota Tanjung Pinang, provinsi Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya pada acara yang berlangsung di halaman kantor Biro Pusat Administrasi (Biro Rektor) USU tersebut Rektor menjelaskan, “khusus untuk lokasi Tanjung Pinang, karena pada tahun 2016 Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) telah ditunjuk sebagai tuan rumah, sehingga peserta KKN pada program kebangsaan ini adalah juga berasal dari berbagai universitas di wilayah Barat Indonesia”, ujar Rektor USU ini.

KKN 2
Kepada peserta KKN USU tersebut, Rektor berpesan, agar 272 orang mahasiswa peserta KKN dapat belajar langsung di lapangan dengan cara melakukan “sharing” bersama masyarakat setempat. Kami juga berharap agar adik-adik mahasiswa dapat ‘bekerja bersama masyarakat” dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dihadapi di lapangan pada saat KKN nantinya, ungkap Rektor.

Bagi mahasiswa yang berangkat ke Kabupaten Karo, dimana masyarakat kabupaten tersebut tengah tertimpa musibah, tentu menghadapi banyak masalah karena erupsi Gunung Sinabung. Bantulah mereka, karena mereka adalah juga saudara kita yang membutuhkan bantuan. Demikian juga dengan peserta yang akan melakukan KKN di provinsi Aceh dan Kepulauan Riau, tunjukkan kemampuan dan kompetensi anda kepada masyarakat di provinsi tersebut, ingat anda tidak hanya sebagai peserta KKN saja, tetapi juga sebagai “Duta” Universitas Sumatera Utara, tegas Rektor.

Rektor juga menambahkan, meskipun sekarang KKN merupakan mata kuliah pilihan dengan beban kredit 3 SKS, namun bila atas evaluasi yang dilakukan nanti, ternyata kegiatan ini dianggap memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat, kedepan mungkin saja kegiatan KKN ini akan ditetapkan menjadi mata kuliah wajib. Sehingga baik dari segi jumlah peserta maupun jangkauan lokasi wilayah KKN nantinya akan dapat lebih ditingkatkan lagi, ungkap Rektor.

Dalam kata penutup pada sambutannya di acara tersebut Rektor mengucapkan, “selamat ber-KKN” kepada peserta, sekaligus mengingatakan peserta agar dapat menjaga nama baik almamater Universitas Sumatera Utara dimanapun saudara berada, pesan Rektor.

KKN 1
Sementara itu dalam sambutannya sebagai Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat USU Prof Dr Darma Bakti mengatakan, “KKN pertama kali diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1951. Ketika itu program KKN UGM adalah memberdayakan mahasiswa untuk mengisi kekurangan guru sekolah lanjutan luar Jawa yang berlangsung tahun 1951 sampai 1962.

Selanjutnya Prof Darma menuturkan, pada tahun 1979 KKN menjadi program wajib bagi mahasiswa UGM dengan “paradigm development”. Pada tahun 1972 KKN diperluas menjadi 13 Universitas termasuk USU yang ikut didalamnya, dan USU telah menyelenggarakan kegiatan ini sejak tahun 1972 sampai tahun 1998.

Pada tahun 1999 USU tidak menyelenggarakan KKN lagi. Aktivitas KKN berhenti erat kaitannya dengan peristiwa 1998 karena krisis ekonomi dan kondisi soaial politik ketika itu. Disamping itu sebagian Perguruan Tinggi menganggap KKN memperlama masa studi mahasiswa dan dianggap kurang bermanfaat.

Kemudian pada tahun 2005 UGM memperbaiki citra dan mutu KKN, dan pada tahun 2006 lahirlah KKN PPM (Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat). Konsep ini telah dipresentasikan di UNESCO pada sesi Unversity Leadeship Forum dengan “paradigma empowerment” dan “berbasis riset”, ungkap Prof Darma.

KKN 4
Sebagai kata pengiring dalam acara pelepasan tersebut Prof Darma menuturkan, hari ini kita melepas KKN USU tahun 2016 sebagai implementasi dari SK Rektor USU No. 1719/UN5/1.R/SK/SPB/2013. SK ini mulai diberlakukan pada tahun 2015 yang lalu berupa pilihan dan telah dikukuhkan sebagai mata kuliah dengan kode UNI 3226 dengan bobot 3 SKS. Meski masih sebagai mata kuliah pilihan untuk strata 1 yang telah menyelesaikan 100 SKS, KKN pada tahun 2015 telah diikuti oleh 9 fakultas dari 14 fakultas dengan jumlah peserta 160 mahasiswa, dan tahun 2016 ini diikuti 7 fakultas dari 15 fakultas dengan jumlah peserta 272 orang mahasiswa.

Prof Darma Bakti juga menuturkan, Program KKN PPM kali ini ada 3 yaitu KKN PPM Pulau Terluar dengan lokasi di kabupaten Nias dan di Pulau Simelue Aceh, KKN PPM Reguler di kabupaten Karo, di kabupaten Samosir dan Simalungun, KKN PPM Kebangsaan di kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau, dan KKN PPM Tematik di kota Tanjung Balai yang bekerjasama dengan Kementrian PU PR.

Diungkapkan juga oleh Prof Darma Bakti bahwa rencana keberangkatan pada tanggal 13 Juli sampai 21 Juli 2016 dengan jumlah Dosen Pembimbing Lapangan sebnyak 15 orang, sedangkan waktu kegiatannya akan berlangsung selama ± 1 bulan penuh. (Humas/Suwanto).

Back to top