banner-ICCAI-2016
BannerFakultasUSU-4
BannerFakultasUSU-1
BannerFakultasUSU-2

AKADEMIK

loading...

PENELITIAN

loading...

PENGABDIAN MASYARAKAT

loading...

Lainnya

loading...

Medan-USU: Universitas Sumatera Utara bersama dengan Dinas Pariwisata Sumatera Utara siap bekerjasama untuk mendukung Wisata Halal sehingga menjadi andalan wisata dari Sumatera Utara. Hal itu diungkap Rektor USU Prof. Runtung, SH, saat menerima kunjungan Dinas Pariwisata Sumatera Utara yang didampingi Dra. Pujiati, MSoc, Sc, PHd, selaku Ketua Jurusan Sastra Arab di Fakultas Ilmu Budaya USU, pada Kamis (21/07.2016) lalu di Ruang Rektor gedung BPA USU.


Prof. Runtung yang didamping Ka Humas Bisru Hafi, menyatakan, USU siap bersama dinas dan instansi terkait untuk bekerjasama mendukung program itu. Tentu saja, katanya, para professional yang bergerak dibidang tersebut turut juga digandeng karena mereka pelaku di lapangan.

Halal 1

Sebagai akademisi, ujarnya, USU akan menyiapkan sumber daya untuk menyukseskan program itu, diantaranya melakukan pendampingan dalam sosialisasi, menyediakan dosen dalam memberi mata kuliah pariwisata, dan pendampingan dalam menyusun regulasi yang tepat untuk wisata halal tersebut. “Saya pikir kita juga harus duduk bersama mendefinisikan apa itu wisata halal sesungguhnya, sehingga masyarakat bisa paham dan para professional yang terlibat langsung bisa memenuhi kriteria wisata halal yang sudah teregulasi itu nantinya,” ucap Rektor.


Sementara Pujiati, PhD, mengatakan, wisata halal Indonesia makin diperhitungkan di tingkat dunia. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya 3 penghargaan internasioanal dalam acara puncak The Word Halal Travel Summit & Exhibition 2015, Model The Fastest Growing Tourism Sector, di Abu Dhabi, Uni Arab Emirate (UAE), pada 19-21 Oktober 2015.


Ketiga penghargaan yang diraih itu adalah, untuk kategori World’s Best Family Friendly Hotel diraih Sofyan Hotel Betawi Jakarta. Untuk kategori World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination diraih oleh Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Halal 2

Dijelaskannya, untuk menjadi objek wisata halal, maka ada standar tertentu yang harus dipenuhi. Syarat itu ditentukan oleh tim ahli yang terdiri dari beberapa instansi sekaligus. “Penjajakan ini menjadi awal untuk menyusun konsep kerjasama yang pasti tentang wisata halal dengan melibatkan USU, Akademi Pariwisata Negara, MUI, Pemprovsu, Dinas Pariwisata, asosiasi hotel, Kementrian Kesehatan, dll, “ ucap Pujiati.


Menurut Pujiati, ukuran wisata halal itu adalah, halal yang mengikuti standar internasional dan universal dari ajaran Islam, bersih dan suci dari najis dan hadast, termasuk untuk objek wisata halal pada makanan, tempat penginapan, perjalanan, obyek-obyek wisata yang dituju, dan tempat shopping dan sebagainya, dan mempersiapkan hal seperti hotel, tujuan wisata, kualitas toilet, petunjuk arah kiblat, dan sumber daya manusia dengan guide-nya, contohnya dari Timur Tengah berarti harus ada guide bahasa Arab, dan bahasa Inggris serta bahasa asing lainnya.


Dengan gambaran seperti itu, lanjutnya, maka tujuan program ini adalah menggali dan mengusulkan destinasi kota wisata halal di Sumatera Utara, yakni, Medan, Serdang Bedagai, Langkat, Berastagi, dan Danau Toba. Lalu mendeklarasikan Halal City of Sumatera Utara oleh stakeholder (Menteri Pariwisata RI), kemudian mengusulkan dan mendesain wisata halal yang professional, aman, nyaman, dan terekspos secara online bagi wisatawan dan pengunjung. Selanjutnya mempublikasikan promosi wisata halal Sumatera Utara melalui media massa dan seminar untuk membangun opini publik secara ilmiah. “Point terakhir adalah mendorong riset perguruan tinggi di Sumatera Utara terutama persiapan menyongsong prospek Danau Toba yang akan menjadi Monaco of Asia pada tahun 2017 dan tahun berikutnya dengan memperhatikan pangsa pasar negara penduduk Islam di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan berbagai belahan dunia lainnya, “ pungkas Pujiati.

loading...

Back to top