17Agustus2016
bannerDiesUSU
loading...

AKADEMIK

loading...

PENELITIAN

loading...

PENGABDIAN MASYARAKAT

loading...

Lainnya

loading...

Medan-USU: Untuk meningkatkan kerjasama yang disepakati sejak tahun 2008 lalu, Kementrian Kesehatan RI dan Universitas Sumatera Utara menggelar pertemuan yang bertajuk “Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Mahasiswa Tugas Belajar SDM Kesehatan di USU”. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan Program Mahasiswa asal instansi Kemenkes RI yang sedang mengikuti program Tugas Belajar di USU.

Kemenkes 4

Dalam pertemuan tersebut Kemenkes RI diwakili oleh Kepala Pusat Peningkatan SDM Kesehatan Kemenkes RI Suhartati SKp MKes membicarakan tentang peluang peningkatan kerjasama antara USU dengan Kemenkes RI yang diantaranya adalah tentang penyelenggaraan program belajar dari jenjang Diploma 3 (D3) hingga ke S1.


Suhartati mengungkapkan, “Selain permasalahan administrasi, perpanjangan masa studi dan keuangan, pada forum ini kiranya dapat dibahas tentang peningkatkan kerjasama khususnya untuk pelaksanaan program belajar dari D3 ke S1” ungkap Suhartati. Suhartati juga menambahkan bahwa seluruh tenaga kesehatan harus memilki jenjang pendidikan minimal D3. “Kita telah memilki undang-undang kesehatan Nomor 36 Tahun 2014 yang mengamanatkan bahwa semua jenis tenaga kesehatan minimal harus berpendidikan minimal D3.

Kemenkes 1

Suharti juga mengungkapkan, saat ini kita ketahui juga masih banyak tenaga kesehatan yang memiliki pendidikan dibawah D3. Oleh karena itu kita berupaya agar kedepan semua jenis tenaga kesehatan minimal berpendidikan D3. Hal ini juga sedang kita bicarakan dengan Kemenristekdikti” Demikian pernyataan Suhartati.


Dalam pertemuan ini, Rektor USU diwakili oleh Wakil Rektor III USU Drs Mahyudin KM Nasution PhD, menyambut baik kedatangan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kemenkes RI. Wakil Rektor III USU tersebut juga memberikan kesempatan kepada para Dekan dan Kepala Biro terkait untuk memberikan penjelasan tentang keadaan Mahasiswa USU yang berasal dari Program Tugas Belajar Kemenkes RI.

Kemenkes 2

Berdasarkan hasil diskusi yang dihimpun bahwa sejumlah permasalahan yang ada antara lain, meliputi masalah Nomor Induk Mahasiswa, mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang, perpanjangan masa studi, hingga sinkronisasi jadwal pembayaran biaya kuliah mahasiswa peserta Program Tugas Belajar Kemenkes RI tersebut.


Warek III USU ini juga menambahkan, “Kami menyambut baik kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan mahasiswa tugas belajar SDM Kesehatan di USU. Semoga dengan kegiatan Monev ini, USU dan Kemenkes RI dapat menemukan solusi dari permasalahan dalam kerjasama mengadakan Program tugas belajar ini.

Kemenkes 3

Mahyuddin juga menuturkan, “oleh karena itu kami siap mendengar hasil dari Tim Monev dan kepada para Dekan dan kepala Biro juga diharapkan dapat mengutarakan permasalahan terkait dengan Program Tugas Belajar Kemenkes ini” ungkap Drs. Mahyudin. Pada kesempatan ini beliau juga melaporkan mahasiswa yang ikut Program Tugas Belajar dan Peningkatan SDM Kesehatan Kemenkes RI di USU sejak tahun 2008 hingga 2016 yang sebanyak 392 mahasiswa.


Fakultas yang menjadi bagian dari Program ini ada 8 fakultas, diantaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Fakultas ISIP, FKM, Farmasi, Psikologi, Keperawatan dan Pascasarjana. Saat ini, mahasiswa yang terdaftar pada Program Tugas Belajar sebanyak 56 orang.


Selaian Wakil Rektor III USU Drs Mahyudin KM Nasution PhD, turut hadir dalam acara pertemuan ini, Kepala Biro Keuangan USU Ridwan Saleh, Kepala Biro Akademik USU Abdul Maulud Nainggolan, Kepala Bidang SDM Kesehatan Kemenkes RI Muswarni SKM MKes beserta rombongan, para Dekan dilingkungan USU serta para pegawai USU. (Weny/Humas).   

Back to top