Prof. Syahril: Prioritas pada Peralihan Status BHMN ke BHPP
Written by Webmaster Tuesday, 09 March 2010 08:54
Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K) akan memprioritaskan Tata Kelola Perguruan Tinggi dan meningkatkan reputasi USU di tingkat nasional dan internasional setelah dirinya dipilih sebagai rektor USU periode 2010-2015. Kedua program tersebut termasuk dalam tujuh isu pokok dalam pemaparan program kerjanya. Hal tersebut dikatakan oleh Prof. Syahril ketika ditemui disela-sela kesibukannya sebagai konsultan dokter anak di poli anak Rumah Sakit H. Adam Malik Medan, Senin (8/3).
Tata Kelola yang dimaksud adalah perubahan status BHMN USU menjadi BHPP yang Juli nanti formatnya sudah harus selesai dan diserahkan ke Jakarta. "Tata Kelola inilah prioritas saya yang pertama mengingat waktu yang sudah sangat mendesak", ujar Prof. Syahril. Sedangkan prioritas kedua adalah menaikkan kembali reputasi USU yang dulu sempat masuk peringkat 82 Asia Tenggara namun sekarang menurun bahkan keluar dari peringkat 100 besar. "Saya akan memperbaiki ini, mungkin dulu karena rangkingnya naik, semua orang terbuai hingga melupakan pekerjaan penting seperti menambah, merubah dan memperbaiki konten web". "Ketiadaan bahan ajar online, tidak masuknya gugus kendali mutu dan sebagainya juga mempengaruhi peringkat USU di webometric", ujar Profesor yang rajin puasa senin kamis ini.
Untuk menaikkan reputasi ini, ke depan akan dimintakan kepada seluruh dosen untuk mengumpulkan bahan ajar, jurnal ilmiah, karya tulis, penelitian-penelitian dosen bersangkutan. Juga akan diadakan pelatihan-pelatihan teknologi informasi kepada staf-staf USU baik akademik maupun non akademik agar tidak "gagap" terhadap teknologi informasi yang sangat berkembang saat ini. "Kita akan mengusahakan pengadaan laptop kepada masing-masing dosen sehingga kinerja dosen dapat lebih tersebut lebih baik". katanya lagi.
Disinggung mengenai staf non akademik di USU, Prof. Syahril mengatakan akan diupayakan beasiswa S2 bagi staf non akademik guna peningkatan kinerja. "Staf-staf di USU baik akademik maupun non akademik akan diperhatikan kualitas sumber dayanya sehingga segala aktifitas di lingkungan kampus berjalan efektif. Demikian juga akan kita pikirkan penambahan sumber daya manusia khususnya pegawai di bidang Teknologi Informasi ini di setiap fakultas, sehingga entrian data akan selalu terupdate." kata dokter yang pernah menjadi ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumut ini menambahkan.
Sebagaimana terangkum dalam pemaparan program kerjanya, transformasi tatakelola memiliki 12 program kerja prioritas. Di antara program kerja itu menyusun rancangan naskah Peraturan Pemerintah (PP) Anggaran Dasar (AD) USU BHPP yang juga memuat pengaturan pemisahan aset USU, dan menyusun rancangan naskah keputusan MWA tentang Anggaran Rumah Tangga (ART) USU BHPP. Kemudian, pengembangan sistem pencatatan transaksi keuangan USU yang akurat dan terintegrasi dengan dukungan sistem real time dan transparan; menyusun Rencana Strategis (Renstra) USU 2010-2015; dan menyusun rencana SDM, revitalisasi sistem personalia yang didukung sistem informasi manajemen dan keuangan yang terintegrasi, pengembangan remunerasi dan penghargaan berbasis merit system, correction and punishment system.
Untuk Reputasi, direncanakan peningkatan reputasi USU menuju pencapaian nasional dengan jangkauan global (national achievement with global reach). Beberapa program prioritas itu ialah penyediaan secara terpusat fasilitas penelitian pada tingkat universitas. Memfasilitasi terbentuknya penelitian multidisiplin untuk merespon isu strategis keilmuan serta perolehan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), serta telaah dan penyesuaian mutu kurikulum secara periodik melalui benchmarking dengan universitas terkenal.
Untuk tingkat internasional, program prioritasnya antara lain perluasan program kerjasama dengan institusi mapan di luar negeri untuk kemungkinan joint programs saling menguntungkan, peningkatan jumlah publikasi dalam bentuk buku teks, jurnal nasional terakreditasi dan internasional, dan pemakalah dalam kegiatan ilmiah internasional serta kualitas isi (content) situs laman (web) USU.
Sedangkan isu peningkatan relevansi dan daya saing disertai pemerataan dan perluasan akses, di antaranya pembaruan kurikulum sesuai perkembangan ilmu dan teknologi dan dunia kerja serta diversifikasi program studi. Prof. Syahril juga merencanakan menyediakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari kelompok ekonomi miskin hingga 20 persen dari total mahasiswa pendidikan diploma dan sarjana. (vie)



